Butuh Revitalisasi, Pemkot Batu Bakal Bangun Landmark Tematik di 6 Pulau Jalan Kawasan Sultan Agung
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
08 - Aug - 2025, 03:59
JATIMTIMES - Kawasan taman di tengah Jalan Sultan Agung Kota Batu bakal direvitalisasi. Pemerintah Kota Batu berencana agar kawasan jalan kembar itu dipermak dengan pembangunan landmark kota tematik pada enam pulau jalan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni mengatakan, taman pada pulau jalan sepanjang Kawasan Sultan Agung sudah lama tak tersentuh pembangunan. Selain tak lagi menarik, kondisi taman juga disebut memerlukan perbaikan vegetasi.
Baca Juga : Bupati Koltim Abdul Azis Dibekuk KPK Usai Bantah Kena OTT, Terkait Proyek RS Rp150 M
Sebagai langkah awal, pembenahan mulai dilakukan bertahap dari landmark pulau jalan di depan Koramil Batu. Menurut pantauan JatimTIMES, Jumat (8/8/2025), pulau jalan di lokasi paling ujung berbatasan dengan Jalan Imam Bonjol itu sedang dalam pembangunan struktur beton untuk landmark baru.
"Jadi, itu tempat yang cukup strategis, hampir semua orang yang melintas di depan koramil bisa melihat. Sudah lama tidak direvitalisasi, yang pertama kita lakukan penanaman vegetasi. Nantinya ada scalpcture (patung) baru, bisa jadi ikonnya Kota Batu," jelas Dian saat ditemui Jumat (8/8/2025).
Dikatakannya, pulau jalan butuh penyegaran tata kota dengan pembangunan landmark yang menarik. Apalagi Kota Batu sebagai jujugan wisatawan, perlu mengenalkan kota melalui karya visual yang melambangkan daerah.
"Kita masih mapping, bisa berbentuk flora atau fauna, misal buah atau sayur. Bahkan mungkin apel dengan penyesuaian visual, bisa ikon kesenian daerah, budaya, pariwisata atau yang lain," terangnya.
Rencananya pengerjaan pembangunan landmark pulau-pulau jalan tersebut berprogres secara masif pada tahun depan. Meski tahun ini sudah diawali dari pulau jalan di perbatasan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Sultan Agung. "Enam pulau jalan sampai Museum Angkut," sebut Dian.
Baca Juga : Arya Blitar dan Ki Ageng Sengguruh: Cucu Arya Damar, Pewaris Majapahit di Blitar dan Malang
Terkait pembiayaan, Dian menyebut bahwa tidak harus dengan menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Melainkan bisa direalisasikan melalui kontribusi corporate social responsibility (CSR) sejumlah instansi atau perusahaan.
Ia mencontohkan pembangunan serupa pada sejumlah pulau jalan di Kota Malang. Yang mana beberapa pengadaan melibatkan pihak ketiga atau swasta seperti perguruan tinggi dan perusahaan untuk memberikan kontribusi ke pembangunan tata kota.
"Kalau memang bisa bekerja sama dengan pihak lain, kita akan libatkan. Contohnya kita lihat Jalan Ijen (Kota Malang) dari CSR UMM, beberapa taman juga kontribusi perusahaan. Jadi bisa pembiayaan swasta tanpa mengikat, tidak murni APBD," imbuhnya.
