Macet dan Banjir Masih jadi Ancaman, Nasdem-PSI Bakal Pelototi Kawasan Permukiman Baru
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
06 - Aug - 2025, 07:34
JATIMTIMES - Ketua Fraksi Nasdem-PSI DPRD Kota Malang, Dito Arif Nurakhmadi mengatakan bahwa persoalan banjir dan kemacetan masih menjadi persoalan serius di Kota Malang. Bukan, tanpa alasan, menurutnya hal tersebut juga karena perkembangan permukiman yang juga tak bisa dihindari.
Hal tersebut ia sampaikan saat kegiatan resesnya di Perumahan Villa Bukit Tidar (VBT) RW 11, Kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru. Menurutnya, potensi banjir saat hujan dan kemacetan saat jam sibuk masih menjadi persoalan serius, terutama di kawasan yang banya berdiri perumahan baru.
Baca Juga : Kontraktor Wanprestasi, Pembangunan Masjid Babussalam Banyuwangi Mandek
Dito menegaskan bahwa kondisi ini terjadi karena minimnya infrastruktur pendukung di kawasan yang banyak berdiri permukiman baru, termasuk di kawasan VBT. Hal tersebut juga seiring masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman.
"Dulu lahan pertanian, sekarang jadi perumahan semua. Dampaknya? Ya banjir dan macet. Karena awalnya kawasan ini tidak dilengkapi drainase yang memadai,” kata Dito usai melakukan kunjungan langsung ke RW 11 Merjosari, Selasa (5/8/2025) malam.
Apalagi menurutnya, kawasan RW 11 menjadi salah satu wilayah di Kelurahan Merjosari dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Tercatat ada sebanyak lebih dari 2.000 penduduk yang terbagi ke dalam 18 wilayah RT.
Posisinya yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan menjadi akses utama masuk ke Kota Malang membuat wilayah ini strategis. namun juga rentan bermasalah jika tidak ditangani serius.
“Karena satu-satunya akses ke Kota Malang ya lewat sini, makanya drainase, lalu lintas, dan jalannya harus ditata dengan baik,” tegasnya.
Tak dipungkiri, masuknya banyak pengembang perumahan di wilayah tersebut memang turut mengungkit pertumbuhan ekonomi. Namun menurutnya kondisi tersebut juga membawa konsekuensi lingkungan.
Baca Juga : Tinjau Pengelolaan Limbah di RSUD Karsa Husada Batu, Ini Catatan Komisi D DPRD Jatim
Dito menyayangkan kurangnya antisipasi terhadap lonjakan jumlah penduduk dan kendaraan yang berujung pada persoalan banjir hingga kemacetan.
“Kalau dulu air hujan bisa meresap ke tanah, sekarang semua sudah jadi bangunan. Tidak ada resapan, aliran air tidak jelas, akhirnya banjir. Begitu juga lalu lintas, semakin padat dan macet,” jelas Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Malang ini.
Untuk itu, Fraksi Nasdem-PSI berkomitmen mendorong Pemerintah Kota Malang untuk segera menata ulang kawasan permukiman baru khususnya terkait drainase dan transportasi. Dito menyebut, penataan infrastruktur di RW 11 Merjosari bisa menjadi pilot project untuk wilayah perbatasan lain yang bernasib serupa.
“Kami akan kawal agar penataan ini jadi prioritas Pemkot. Jangan sampai perkembangan kota tidak dibarengi kesiapan infrastruktur,” pungkas Dito.
