Lurah Bakungan Banyuwangi Ajak Masyarakat Pilah Sampah dari Rumah
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Yunan Helmy
05 - Aug - 2025, 05:48
JATIMTIMES - Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih indah dan sehat, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, menggelar Festival Pekan Pilah Sampah. Kegiatan ini mengambil tema “80 Tahun Indonesia Merdeka: Bebas dari Sampah, Siap Menyongsong Masa Depan” dan dilaksanakan di rumah Gerakan Masyarakat Bakungan Mandiri Pisah Sanpah dari Rumah (Gerbang Mesrah) di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, mulai 4–10 Agustus 2025.
Menurut Lurah Bakungan Agus Rahmanto, selama sepekan ke depan, pihaknya mewajibkan seluruh masyarakat yang membuang sampah maupun petugas wajib memilahnya. Lurah juga sudah menyiapkan reward.
Baca Juga : Komisi A DPRD Jatim Sebut Layanan MPP Among Warga Layak Direplikasi ke Daerah Lain
“Khusus bagi warga yang sampahnya dipilah dari rumah atau sumbernya langsung dapat hadiah doorprize. Macam-macam, ada minyak goreng, kecap, mi instan dan sebagainya,” ujar Agus saat mendampingi petugas di Gerbang Mesrah pada Selasa (5/8/2025).
Dia menuturkan meskipun belum dipilah pihak kelurahan juga mengggelar kelas pilah sampah. Peserta tidak perlu khawatir takut kotor karena sudah siapkan sarung tangan, masker dan juga ada tenaga pendamping masyarakat agar mengetahui jenis-jenis sampah itu sendiri.
“Setelah sampah masyarakat ini dipilah nanti, warga langsung dapat kupon undian ini sebagai bentuk semangat motivasi warga biar lebih semangat lagi pilah sampah nya kuponnya nanti diundi pada 10 Agustus pada saat penutupan Festival Pekan Pilah Sampah ini,” imbuh Agus.
Dengan menggelar pekan pilah sampah, pihaknya berharap semua warga terlibat dan ikut merasakan seperti apa sih pilah sampah ini sulit apa tidak. Pihaknya juga berharap dengan pilah sampah ini masyarakat juga bisa merasakan ternyata di tempat pengelolaan sampah tidak bau dan tempat sampah ini tidak kotor asalkan sampahnya sudah dipilah dari rumahnya.
Baca Juga : Mahasiswa KKN Unisba Blitar Hadirkan Pendidikan Karakter di SDN Karangsari: Lawan Bullying, Bangun Empati
Lebih lanjut dia mengungkapkan, Festival Pekan Pilah Sampah ini sebagai sosialisasi, edukasi dan mengajak masyarakat membedakan sampah an-organik seperti kaleng, plastik dan kertas yang bisa ditabung di bank sampah dan dananya langsung masuk ke rekening tabungan bank masing-masing warga.
Kemudian sampah organik langsung diolah menjadi pakan magot, kompos, atau pupuk cair. “Harapan Pak Wabup sebagaimana disampaikan pada saat pembukaan festival, sampah ini benar-benar bisa selesai di tingkat desa atau kelurahan. Seperti dikita ini mudah-mudahan bisa selesai di Kelurahan Bakungan. Semakin sedikit sampah residu yang dibuang dan bahkan bisa sampai menuju tidak ada lagi residu sampah yang di buang ke TPA,” pungkas Agus.
