Anggaran Tak Kunjung Cair, Markas PMI Kota Batu Terpaksa Dihentikan Sementara

Reporter

Irsya Richa

Editor

Yunan Helmy

04 - Aug - 2025, 02:45

Suasana markas PMI Kota Batu tertutup rapat di Jalan Kartini, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Batu terpaksa menghentikan sementara waktu aktivitas operasionalnya. Keputusan itu diambil setelah sejak beberapa bulan terakhir bertahan lantaran krisis anggaran. 

Terlihat pintu markas PMI Kota Batu yang biasa terbuka, kini tertutup rapat, Senin (4/8/2025). Di depan jendela terdapat selembar pemberitahuan bertuliskan “Mohon Maaf Kegiatan Pelayanan PMI Kota Batu Dihentikan Sementara Sampai Batas Waktu yang Belum Ditentukan”. Aktivitas operasionalnya berakhir pada akhir Juli 2025. 

Baca Juga : Komitmen Kuat Bupati Situbondo Wujudkan UHC, Siap Anggarkan Rp60 Miliar untuk Kesehatan

Dihentikannya sementara operasional PMI Kota Batu karena tidak adanya anggaran operasional. Dana yang seharusnya diterima dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batu tidak kunjung cair selama enam bulan terakhir.

Padahal sejak awal 2025, PMI Kota Batu sudah bertahan dengan dana talangan pribadi dari internal. Hal tersebut ditegaskan Kepala Markas PMI Kota Batu Abdul Mutholib. Pria yang disapa Tholib itu  pun membenarkan kondisi tersebut.

Seluruh layanan PMI mulai dari donor darah, ambulans, pertolongan pertama, hingga evakuasi kecelakaan lalu lintas benar-benar tidak beroperasi. “Vakumnya PMI Batu sebenarnya sudah diketahui oleh pusat. Tapi kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ujar Tholib.

“Talangan sudah maksimal, baik dari saya pribadi maupun rekan-rekan. Jadi, kami mohon maaf sebelumnya,” tegas Tholib.

Hal sudah terjadi sejak Januari hingga Juli 2025, operasional hanya mengandalkan dana pribadi dari bendahara, kepala markas, dan beberapa pihak internal lainnya. Dalam satu bulannya kebutuhan operasional PMI Kota Batu memerlukan sedikitnya sebesar Rp 9 juta per bulan.

“Total talangan yang sudah dikeluarkan sekitar Rp 80 juta. Itu mencakup kebutuhan ambulans, listrik, telepon, air, Wi-Fi, konsumsi, dan obat-obatan. Tidak ada anggaran untuk gaji,” imbuh Tholib.

Dia menjelaskan bahwa masalah finansial ini disebabkan oleh mandeknya pencairan dana APBD yang seharusnya diterima sejak Februari 2025. Bahkan tiga petugas utama yang terdampak langsung adalah kepala markas, seorang sopir ambulans, dan staf administrasi.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 4 Agustus 2025: Aries, Leo, Capricorn, dan Libra Berpotensi Panen Rezeki

“Penundaan honor memang bukan hal baru di PMI Batu. Tapi tahun ini yang terburuk sejak saya bertugas,” ucap Tholib.

Seharusnya tahun anggaran 2025, PMI Kota Batu menerima dana sebesar Rp 150 juta untuk mendukung seluruh program kemanusiaannya.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Batu Didik Subiyanto bakal berjanji segera menindaklanjuti masalah ini dengan pihak eksekutif. Pihaknya akan koordinasikan dengan dinas terkait.

“Seharusnya organisasi perangkat daerah (OPD) teknis bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sudah menganggarkannya,” kata Didik.


Topik

Peristiwa, Palang Merah Indonesia, Kota Batu, PMI, PMI tutup kantor,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette