Gaet Kunjungan Wisatawan Mancanegara, Disparta Kenalkan Agrowisata Kota Batu ke Kancah Internasional
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
01 - Aug - 2025, 05:56
JATIMTIMES - Upaya mengenalkan agrowisata terus dilakukan Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu melalui berbagai ajang. Salah satunya Rangkaian Tourism Promotion Organization (TPO) for Global Cities 2025. Puncaknya, pada Jumat (1/8/2025), pegawai pemerintahan bidang pariwisata asal Indonesia, hingga peserta asal Korea Selatan diajak menikmati agrowisata Kota Batu.
"Sebelum keberangkatan, para peserta juga saling memberikan pemaparan materi tentang keunggulan wisata di daerahnya masing-masing," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu Onny Ardianto.
Baca Juga : Porprov 2025 Dongkrak Ekonomi Malang, TPK Hotel Tembus 60 Persen
Sebagai tuan rumah dalam kesempatan itu, Onny berkomitmen untuk langsung mengajak para peserta mengeksplorasi wisata Kota Batu. Sebanyak tiga destinasi agrowisata yang dikunjungi. Yakni petik apel, brakseng dan Coban Talun. Mereka juga dibawa untuk offroad menggunakan jeep.
Onny menyebut, ketiga lokasi tersebut dipilih lantaran menjadi primadona Kota Batu setiap tahun. Apalagi view pengunungan dan hasil pertanian juga menjadi produk unggulan yang tidak dimiliki setiap daerah. Itu terbukti para peserta berdecak kagum sepanjang perjalanan wisata tersebut.
Onny berharap dapat menjalin mitra strategis sesama pelaku usaha antardaerah. Khususnya dalam upaya strategi promosi wisata. Tak terkecuali demi bisa mendatangkan kunjungan wisatawan mancanegara.
"Jika tidak ada kendala, kami juga ingin menambah kunjungan ke Paralayang Gunung Banyak besok," pungkasnya.
Baca Juga : Sekolah Rakyat Kota Batu Kedatangan 51 Siswa Susulan, Sebagian Anak Putus Sekolah
Lebih lanjut, Wali Kota Batu Nurochman berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan industri pariwisata. Termasuk melahirkan kebijakan yang berdampak langsung untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Batu.
Dengan dukungan TPO, dirinya berharap dapat memperluas pasar dan mempromosikan potensi Kota Batu secara global. "Kami tidak hanya ingin menarik wisatawan, tetapi juga mahasiswa dan peneliti untuk berkontribusi dalam pengembangan riset pariwisata," tutur Nurochman.
