Bakal Evaluasi, Wali Kota Malang Ancang-Ancang Fasilitasi Persema
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Yunan Helmy
31 - Jul - 2025, 04:00
JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat tengah mengambil ancang-ancang untuk membangkitkan kembali Persema, salah satu klub sepak bola Kota Malang. Menurut Wahyu, niatnya tersebut muncul menyusul dorongan dari masyarakat.
Tak hanya sekadar dorongan. Wahyu melihat bahwa Persema sebenarnya juga memiliki potensi yang dinilai perlu dikembangkan. Hanya, saat ini klub sepak bola berjuluk Bledek Biru itu masih belum banyak menorehkan prestasi.
Baca Juga : Santri Diduga Korban Penganiayaan Pengasuh Ponpes di Pakisaji Jalani Trauma Healing, Mengaku Dipukul 34 Kali
"Karena ini kan keinginan dari masyarakat Kota Malang juga bahwa Persema saat ini belum punya satu keberhasilan yang sebenarnya potensinya ada," kata Wahyu.
Dirinya pun mengaku mulai memantau sedikit demi sedikit pergerakan Persema dalam turnamen di Indonesia. Salah satunya saat Persema U-17 berhasil masuk babak 8 besar Piala Soeratin.
"Nah ini saya coba membersamai benar-benar. Waktu besok di laga selanjutnya, saya (akan) berikan semangat. Karena kita mulai melangkah lagi, dengan bangunnya Persema U-17," terang Wahyu.
Kendati demikian, dirinya mengaku tak mau buru-buru untuk menentukan target bagi Persema. Pasalnya, ia masih harus menerima lebih banyak informasi terkait dinamika yang terjadi dari sejumlah pihak.
"Target belum ada. Karena memang pada saat mereka audiensi dengan saya, dari PSSI belum memberikan laporan pada saya. Saya belum mendapatkan laporan sepenuhnya bagaimana sepak bola," ujar Wahyu.
Sehingga, terdekat ia masih berencana untuk menjalin koordinasi dengan PSSI dan KONI. Besar harapannya agar Persema dapat kembali berlaga di kasta tertinggi Liga Indonesia.
Baca Juga : Bupati Sanusi Apresiasi Gelaran Malang BI Youth Tiful Festival 2025
"Iya (ingin Persema kembali bersinar di Liga Indonesia). Saya ingin mendapatkan laporan utuh bagaimana posisi dari PSSI Kota Malang dan KONI yang memang menjadi salah satu cabor," kata Wahyu.
Dalam koordinasi tersebut, ia ingin melakukan evaluasi. Untuk kemudian menentuk berbagai hal yang dinilai perlu untuk dibenahi. Baik dari segi SDM, pembiayaan hingga sarana dan prasarana (sarpras) yang mungkin dibutuhkan.
"Ya kita memang harus evaluasi dulu. Karena ini kan peninggalan lama, aaya melihat laporan secara utuh dulu. Apa apa yang harus kita benahi, apakah sarpras, apakah terkait SDM nya atau pelatihnya, atau pembiayaannya. Itu kan kompleks kalau sepak bola. Saya mau ada penjelasan dulu dari PSSI dan KONI," pungkas Wahyu.
