8 Titik Parkir Khusus Di Kota Malang Ditarget Sumbang PAD Rp 6,5 Miliar

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

30 - Jul - 2025, 05:28

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).


JATIMTIMES - Upaya untuk menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir terus dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. Termasuk dengan keberadaan sebanyak 8 titik parkir khusus yang ditarget bisa menyumbang hingga Rp 6,5 miliar pada tahun 2025 ini.

Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan optimismenya dapat mencapai target tersebut. Hal tersebut tak lepas dari capaian retribusi pada kedelapan titik parkir itu sebesar Rp 5 Miliar pada tahun 2024 lalu.

Baca Juga : Hadiri Disertasi Pajak Ketua KONI, Wali Kota Malang Beri Apresiasi

Sebab ia menilai, parkir khusus memiliki potensi yang cukup besar. Sehingga menurutnya, perlu untuk dimaksimalkan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.  

"Parkir khusus yang ada di kawasan Mal Olympic Garden (MOG), dalam sehari mampu menghasilkan rata-rata Rp 7,5 juta. Sedangkan di Malang Creative Center (MCC), per harinya mampu menyumbang Rp 750 ribu. Ini adalah gambaran bahwa parkir yang dikelola dengan baik, yang bersifat khusus, bisa optimal pendapatannya," ujar Jaya sapaan akrabnya, Rabu (30/7/2025). 

Delapan titik parkir khusus yang dikelola langsung oleh Dishub Kota Malang, diantaranya berada di kawasan MOG atau Stadion Gajayana, Gedung MCC, RSUD Kota Malang, kawasan Madyopuro dan Block Office. Salah satu keunggulan parkir khusus ini adalah memiliki manajemen yang lebih baik jika dibandingkan dengan parkir tepi jalan. 

"Kontrolnya lebih mudah karena titiknya terbatas dan fasilitasnya mendukung. Sementara untuk parkir tepi jalan, ada sekitar 740 titik yang tersebar di Kota Malang dan membutuhkan pengawasan yang lebih intens," tutur Jaya.

Baca Juga : Salam Sapa UMKM untuk Dukung Digitalisasi dan Finansial UMKM

Namun menurutnya, pengelolaan dan manajemen parkir bukan hanya sekadar berorientasi pada optimalisasi pendapatan dari sektor retribusi saja. Namun juga lebih kepada meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. 

"Masyarakat itu sebenarnya bukan soal bayar atau tidak. Tapi kalau pelayanannya baik, pasti mereka mendukung. Itu tujuan utama tata kelola parkir. Seperti di MCC, dengan sistem yang baik, jumlah kendaraan yang masuk bisa terpantau dan pembayaran pun lebih tertib," pungkas Jaya.


Topik

Pemerintahan, dishub kota malang, retribusi parkir, parkir, pad kota malang, pemkot malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette