Hasil Riset Bobi Prabowo pada Gelar Doktor FK UB: HSN Efektif sebagai Pencegah Covid-19
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
28 - Jul - 2025, 09:36
JATIMTIMES - dr. Bobi Prabowo menemukan hasil riset penting dari program doktoralnya di Program Studi Ilmu Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).
Kesimpulan dari hasil risetnya pada penelitiannya yang dikemukakan di tahun 2025 tersebut, diketahui bahwa Honey, Saussurea Costus, Nigella Sativa (HSN) dapat meningkatkan respon imun pada penerima vaksinasi Covid-19 serta menghambat pertumbuhan virus.
Hasil riset tersebut diulas pada penelitian disertasi dr. Bobi yang berjudul: Efek Pemberian HSN (Honey, Saussurea Costus, Nigella Sativa) sebagai Imunomudulator dalam Meningkatkan Respon Imun Seluler, Humoral dan Sitokin Pada Penerima Vaksinasi Covid-19 serta Menghambat Pertumbuhan Virus.
Hasil dari riset dan penelitian tersebut mengantarkan dr. Bobi mendapatkan gelar Doktor. Yakni setelah ia mampu mempertahankan disertasi di hadapan tim promotor dan penguji beranggotakan enam orang pada Jumat (25/7/2025). Di mana, Tim Penguji tersebut diketuai oleh Prof. Dr. dr. Sumarno, DMM, Sp.MK (K), dari Departemen Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Prof. Sumarno menyebut, penelitian yang dilakukan oleh dr. Bobi tersebut telah menghasilkan novelty atau keterbaruan pada ilmu kesehatan dan bidang teknologi kesehatan. "Novelty penelitian efek HSN oleh dr. Bobi telah memenuhi dua aspek, baik teoritik maupun hasilnya," ujarnya dalam keterangan tertulis yang dimuat JatimTIMES pada Senin (28/7/2025) malam.
Prof. Sumarno mengungkapkan, riset yang dilakukan dr. Bobi tersebut belum pernah ada pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti lain. "Kebaruan pada hasil penelitiannya adalah temuan bahwa HSN telah menghasilkan daya atau reaksi tanggap kebal terhadap virus SarCov-2," ujarnya.
Pada reaksinya, dijelaskan Prof. Sumarno, HSN bisa meningkatkan daya kebal tubuh baik dalam sel maupun seluler. "Dalam kurun waktu tertentu, formulasi HSN bahkan bisa mematikan atau membunuh virus infeksi paru-paru pada manusia," terangnya.
Sementara itu, disampaikan Prof. Sumarno, untuk membuktikan adanya efek HSN selama penelitian yang dilakukan, peneliti yakni dr. Bobi sudah menerapkan pada 40 orang subyek penelitian. "Jadi lama penelitiannya itu sudah empat tahun, yaitu kepada 40 subyek penelitian yang sudah pernah vaksinasi (vaksin Covid-19) lengkap," terang Prof. Sumarno.
Hasil penelitian dari efek HSN oleh dr. Bobi itulah yang menurut Prof. Sumarno sangat penting bagi dunia kesehatan. Terutama untuk pengobatan infeksi paru-paru.
"Penelitian ini sudah dimasukkan jurnal internasional Scopus Q 1-2 dan sudah dipublikasi. Ke depan, hasil penelitian tersebut memenuhi syarat mendapatkan sertifikasi hak paten, yakni Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI)," tuturnya.
Perlu diketahui, penelitian program doktoral tersebut diselesaikan dr. Bobi selama ia masih bertugas menjadi Plt. Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Di mana, dari hasil penelitiannya memberikan kesimpulan bahwa Madu, Saussurea costus dan Nigella sativa berperan sebagai imunomodulator yang dapat menginduksi respon imun seluler, humoral dan sitokin. Selain itu juga dapat membantu dalam netralisasi virus SARS-Cov 2 melalui uji sitopatik efek (CPE).
Baca Juga : Elektabilitas Gerindra di Jatim Teratas, Chusni Mubarok: Ini Jadi Penyemangat Kader
Dari penelitian ini, dr Bobi menemukan potensi pemberian HSN (Honey, Saussurea costus, Nigella sativa) untuk digunakan sebagai imunomodulator dalam meningkatkan respon imun seluler, humoral, dan sitokin. Khususnya, bagi seseorang yang telah menerima vaksinasi lengkap Covid-19.
Lebih lanjut, pemberian HSN pada subyek post vaksinasi Covid-19 juga dapat meningkatkan antibodi IgG serum dan, sIgA serta Bata Defensin saliva. Yakni yang berefek mematikan SarCov-2 pada kultur sel Vero E6.
Latar belakang keilmuan dan profesional dr. Bobi di bidang kedaruratan (emergensi) medis itulah, yang kemudian menuai apresiasi termasuk dari Prof. Sumarno. Pada pernyataannya, Prof. Sumarno menyampaikan bahwa ilmu kesehatan dr. Bobi cakupannya sangat luas.
"Terlebih, (hasil penelitian terkait, red) infeksi akut pada faring atau paru-paru. Termasuk jika penderitanya mengalami kondisi darurat secara terus-menerus dan semakin parah," ujarnya.
Prof. Sumarno menambahkan, sebenarnya sudah ada bukti klinis sebelumnya pada penggunaan madu dan jinten (Nigela sativa) untuk mengobati masalah Kesehatan. Di mana, pada intinya ada penggunaan dosis yang bisa langsung mematikan virus. Namun juga ada yang secara tidak langsung dengan menguatkan imunitas tubuh manusia dari virus.
"Sedangkan efek HSN dari hasil penelitian tersebut yang bisa membantu ketahanan tubuh dari virus (SarCov-2). Apalagi baru saja ada lonjakan kasus Covid-19 varian baru yaitu Nimbus NB 1.8.1," pungkasnya.
