Wali Kota Malang Bakal Permak Tampilan Perpustakaan Kota jadi Mirip Mall
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
28 - Jul - 2025, 06:31
JATIMTIMES - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat berencana untuk mempermak wajah Perpustakaan Kota Malang. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat tidak ragu lagi untuk berkunjung ke Perpustakaan Kota Malang.
Rencana tersebut disampaikan saat ia menyempatkan untuk berkunjung ke Perpustakaan Kota Malang di sela kegiatan dinasnya. Ia pun berdialog dengan sejumlah pengunjung perpustakaan.
Baca Juga : Puluhan ASN di Kota Batu Pensiun Mulai 1 Agustus 2025, Didominasi Guru

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi agar kunjungan di Perpustakaan Kota Malang dapat meningkat. Baik dari sisi tampilan luar, dalam maupun dari sisi operasional dan penataan.
"Saya ingin merubah ini perpustakaan karena tampilannya masih tampilan kantor. Orang-orang itu kadang terkesan masih sungkan masuk ke perpus kota. Nanti tampilan depannya bisa saja dibikin kayak mall. Jadi tidak ada hal-hal yang merasa formal," jelas Wahyu.
Selain itu, evaluasi juga akan dilakukan pada jam operasional. Saat ini, Perpustakaan Kota Malang masih beroperasi selayaknya jam operasional sebuah kantor. Sedangkan menurutnya, banyak masyarakat yang sebenarnya ingin Perpustakaan Kota Malang buka hingga malam.
"Padahal mahasiswa dan masyarakat rata-rata inginnya perpustakaan buka sampai malam. Nanti akan dievaluasi," imbuhnya.
Apalagi, Perpustakaan Kota Malang juga terletak di posisi tengah kota yang sangat strategis, yakni persis berada di Jalan Ijen. Menurutnya, akan sangat menarik jika keberadaan Perpustakaan Kota Malang dikolaborasikan dengan gelaran Car Free Day (CFD).
"Termasuk dengan CFD, kadangkala kita beri kesempatan pada mereka, pas jalan-jalan ingin lihat perpus, akan kami fasilitasi," imbuh Wahyu.
Baca Juga : Program Prioritas Wali Kota Malang Belum Didukung Ketersediaan Anggaran Sepenuhnya
Tak hanya soal tampilan luar dan jam operasional, ia berencana untuk mempermak layout atau penataan bagian dalam perpustakaan. Terlebih pada area baca yang ada di lantai dua.
Hal tersebut lantaran ada sebagian pengunjung yang sebenarnya cukup nyaman berada di lantai 2 perpustakaan. Namun rupanya, masih ada banyak titik-titik serupa yang belum digarap optimal.
"Termasuk juga penataannya, kan ada orang kagum sama penataan yang bagus. Dari atas saya juga lihat ada beberapa orang pengunjung perpustakaan yang senang duduk dekat jendela, karena view nya langsung Ijen Boulevard," pungkas Wahyu.
