Januari-Juli 2025: Dinkes Catat 115 Warga Kota Batu Mengidap Hepatitis, 11 di Antaranya Ibu Hamil
Reporter
Prasetyo Lanang
Editor
Dede Nana
28 - Jul - 2025, 05:37
JATIMTIMES - Hari Hepatitis Sedunia diperingati setiap 28 Juli. Penyakit yang menyerang organ hati itu masih menjadi penyakit yang mematikan jika tidak ditangani dengan tepat. Di Kota Batu, pengidap Hepatitis tercatat tahun ini trennya menurun jika dibandingkan tahun lalu.
Tahun 2025 rentang Januari hingga Juli, ada sebanyak 115 pengidap Hepatitis terdata Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu. Di antaranya sebanyak 103 pasien dinyatakan terjangkit hepatitis B. Sementara sisanya merupakan hepatitis A sebanyak 3 orang dan hepatitis C sebanyak 9 orang.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebanyak 257 kasus. Itu terdiri atas 29 kasus hepatitis A dan 228 kasus hepatitis B.
"Tren tahun ini juga didominasi penderita hepatitis B," ungkap Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Penanggulangan Bencana Dinkes Kota Batu dr Susana Indahwati, Senin (28/7/2025).
Sementara itu, belasan penderita Hepatitis tersebut diketahui adalah ibu hamil. Yakni terdata 11 orang ibu hamil hingga Juli 2025. Lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 13 ibu hamil.
Ia mengatakan, kebanyakan yang menyerang ibu hamil adalah hepatitis B. Mereka rentan menularkan virus itu pada anak atau kerap disebut transmisi perinatal.
"Jika seorang ibu hamil terinfeksi hepatitis B, maka risiko penularan pada bayi mencapai 70-90 persen saat kelahiran," ujarnya.
Bahkan. Infeksi hepatitis B pada bayi dan balita memiliki kemungkinan mencapai 95 persen untuk bisa berkembang menjadi infeksi kronis. Untuk itu, vaksin hepatitis B (HBV) menjadi solusi efektif untuk bayi yang baru lahir dalam penularan. Bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif juga harus segera diberikan imunisasi immunoglobulin atau antibodi hepatitis B (HBIg).
"Idealnya diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir," tegas Susan.
Ia menambahkan, pemberian imunisasi imunoglobulin dan vaksinasi HB0 dapat menekan virus hepatitis agar tidak menginfeksi bayi. Setelah dilakukan terapi ibu dan pemberian imunisasi, ibu tetap bisa menyusui seperti biasa tanpa takut menularkan.
Baca Juga : Terpilih Secara Aklamasi, Mas Pras Resmi Pimpin KADIN Situbondo Periode 2025-2030
Terpisah, Kabid Pelayanan Medis RSUD Karsa Husada Kota Batu dr Ferdinandus Stevanus Kakiay SpPD juga menyebut bahwa mayoritas pasien di tempatnya menderita hepatitis B. Per tahun ini saja, pihaknya sudah merawat 22 pasien yang menderita hepatitis B. Menurut dia, secara umum gejala awal hepatitis seperti orang sakit flu.
"Hanya jenis hepatitis A bisa disembuhkan secara total. Sementara hepatitis B dan seterusnya tidak bisa disembuhkan," kata Ferdinand.
Hanya ada satu cara untuk mengembalikan fungsi hati, yakni melalui cangkok hati. Namun, tindakan tersebut belum bisa diakomodir rumah sakit di seluruh Indonesia.
Dia menambahkan, jika salah seorang anggota keluarga terjangkit hepatitis, maka seluruh keluarga yang lain diwajibkan untuk dilakukan pemeriksaan virus. Jika terbukti tidak tertular, anggota keluarga tersebut tetap memerlukan vaksinasi.
"Vaksin diberikan selama tiga kali, yakni bulan ke nol, kedua, dan keempat," terangnya.
