Temui Guru Ngaji Bahas Insentif di Program Bunga Desaku, Gus Fawait: Hilal Sudah Kelihatan
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Nurlayla Ratri
27 - Jul - 2025, 08:12
JATIMTIMES - Rencana Pemerintah Kabupaten Jember memberi insentif kepada 22 ribu orang guru ngaji belum terealisasi. Bupati Jember Muhammad Fawait kerap menemui para guru ngaji untuk mengklarifikasi di setiap kunjungannya ke desa-desa.
Termasuk ketika Fawait berkunjung ke Desa Tegalsari, Kecamatan Ambulu dalam acara bertajuk Bunga Desa pada Minggu, 27 Juli 2025.
Baca Juga : Buka Pusat Studi di Majan, Tulungagung Jadi Percontohan Nasional Pelestarian Adat dan Budaya Jawa
"Pak Kabag Kesra tolong kesini jelaskan kapan ini cairnya?" kata Fawait memanggil Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Kesra Nur Hafid Yasin untuk diminta menjelaskan ke hadapan sekitar 100 orang guru ngaji.
Hafid menyampaikan bahwa pencairan menunggu selesainya seluruh proses input hingga verifikasi selesai. Bahkan, tahap verifikasi memuat tahapan uji publik.
"Data masuk baru 60 persen dari 248 desa/kelurahan di 31 kecamatan. Kita sudah kirim surat ke semua camat agar dilengkapi paling lambat minggu ini," jawab Hafid.
"Berarti kira-kira secepatnya hilalnya sudah kelihatan. Paling tidak hilalnya dekat bulan depan lah," sahut Fawait.
Sedangkan, Hafid dalam penjelasan lanjutannya menyampaikan bahwa pagu anggaran insentif yang disediakan Rp33 miliar dengan asumsi guru ngaji sebanyak 22 ribu orang.
Tiap orang guru ngaji diberi insentif masing-masing Rp1,5 juta. Guru ngaji juga bakal dibantu pembayaran premi BPJS Kesehatan.
"Selain insentif juga ditambah lagi Rp2,6 miliar untuk membantu pembayaran BPJS Kesehatan. Guru ngaji ini bukan hanya pengajar agama Islam, tapi juga guru yang mengajar di tempat ibadah agama-agama lainnya," imbuh pria yang secara definitif menjabat Camat Mayang itu.
Baca Juga : MAN 2 Kota Malang Hadirkan 47 Smart IT Board di Setiap Kelas, Tegaskan Komitmen Digitalisasi
Menurut Hafid, pendataan guru ngaji oleh Camat yang diproses melalui musyawarah desa/kelurahan akan dipadankan dengan data warga yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil).
"Itu pun selanjutnya masih kita umumkan secara terbuka untuk uji publik selama tiga hari. Masyarakat supaya ikut berpartisipasi mengoreksi. Sampai akhirnya clear, baru kita cairkan semua," ulas dia.
Plt Camat Ambulu, Deni Hadiatullah meyakinkan di wilayahnya sudah menggelar musdes pada tujuh desa untuk mendata guru ngaji. Dia tinggal menunggu hasil kroscek Kesra bersama Dispendukcapil.
"Semua data hasil musdes 1.451 guru ngaji sudah kita kirim ke Kesra," tutur PNS yang jabatan definitif sebagai Lurah Mangli tersebut. (*)
