Istri Tewas Diduga Dibunuh Suami, Sempat Gagalkan Tiga Kali Upaya Bunuh Diri Pelaku

27 - Jul - 2025, 07:02

Personel gabungan yang melibatkan kepolisian Polres Malang beserta warga saat mengevakuasi jenazah pasutri yang ditemukan tewas di rumahnya yang berlokasi di Kecamatan Lawang pada Selasa (22/7/2025).


JATIMTIMES - Seorang ibu rumah tangga berinisial IA (39) warga Dusun Tegalrejo, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang diduga tewas di tangan suaminya yang berinisial AW (41). Mirisnya, sebelum ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan, IA diketahui sempat menggagalkan upaya bunuh diri dari suaminya tersebut.

Kesaksian tersebut dihimpun polisi dari keterangan sejumlah saksi termasuk dari pihak keluarga dan anak dari pasangan suami istri (pasutri) tersebut. "Upaya suami untuk gantung diri itu rupanya juga sudah tiga kali, ini menurut informasi dari anaknya itu," ujar Kapolsek Lawang AKP Moh. Lutfi.

Baca Juga : Dekan FH UB: Pemahaman Masyarakat Tentang Hukum Waris dan Perceraian Masih Rendah

Sebagaimana diberitakan, usai diduga membunuh istrinya, pelaku ditemukan tewas gantung diri di salah satu kamar rumahnya. Pasutri tersebut ditemukan pertama kali dalam kondisi mengenaskan oleh ayah korban. Yakni berinisial KS (77) yang tinggal satu rumah bersama pasutri tersebut.

Semasa hidupnya, suami yang diduga tega membunuh istrinya tersebut jarang di rumah dan dikenal tertutup serta jarang bersosialisasi dengan para tetangga. Sementara istrinya, kesehariannya bekerja berjualan jajanan ke sekolah-sekolah sembari menjadi ibu rumah tangga.

Pasutri tersebut memiliki dua orang anak. Di mana, sebelum ditemukan dalam kondisi kritis yang kemudian tewas, sang istri sempat mengantarkan kedua anaknya untuk pergi ke sekolah.

Hasil penyelidikan awal menyebutkan, sang istri diduga tewas dibunuh suaminya dengan kondisi mengalami lima luka tusuk. Luka tusukan tersebut ditemukan di bagian tubuh dan kaki korban yang membuat nyawanya tak tertolong meski sempat dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian memilukan tersebut terjadi pada Selasa (22/7/2025) pagi. Di mana, sehari sebelum tewas, pasutri tersebut sempat terlibat percekcokan.

Pertengkaran pasutri tersebut sejatinya sudah terjadi sejak lama. Polisi menyebut, setidaknya ada dua faktor penyebab pertengkaran tersebut. Yakni faktor ekonomi yang juga dikarenakan sang suami tak mau bekerja, serta faktor orang ketiga yakni si suami yang diduga selingkuh.

"(Percekcokannya) sudah lama sebetulnya, dan upaya suami untuk gantung diri itu rupanya juga sudah tiga kali," ujar Lutfi.

Sejumlah saksi yang dimintai keterangan oleh polisi tidak menyebutkan secara rinci kapan masing-masing upaya bunuh diri tersebut terjadi. Namun yang jelas, upaya percobaan bunuh diri si suami yang pertama tersebut hendak dilakukan dengan menggunakan tali tampar.

"Tapi tali tamparnya itu disingkirkan sama anaknya, ya berkat ibunya (korban diduga pembunuhan oleh suaminya). Jadi ibunya bilang: itu lo bapaknya mau bunuh diri itu. Kemudian (anaknya) disuruh untuk menyingkirkan saja (tali untuk upaya bunuh diri suami), dan akhirnya disingkirkan," terang Lutfi.

Gagal pada percobaan pertama, AW kemudian kembali berencana mengakhiri hidupnya sendiri. Namun, lagi-lagi berhasil digagalkan oleh istrinya.

"Kemudian yang kedua, dia (AW) menggunakan kawat, nah ketemu (ketahuan juga) dan disingkirkan lagi (kawat sebagai upaya bunuh diri)," terang Lutfi.

Sementara itu, upaya bunuh diri yang ketiga terjadi pada Selasa (22/7/2025). Saat itu, AW kembali berencana bunuh diri dengan menggunakan tali.

Baca Juga : Pelajar Asal Kota Malang Tewas Kecelakaan di Dampit, Terpeleset Saat Melintasi Jalan Turunan

"Yang terakhir itu sebenarnya pada (Selasa, 22/7/2025) pagi sudah ada tali itu (yang hendak digunakan bunuh diri). Kemudian sama ibunya, anaknya disuruh untuk menyingkirkannya," ujarnya.

Tali tersebut sejatinya hendak disingkirkan oleh anaknya saat sepulang sekolah. Namun, belum sempat disingkirkan, ayahnya sudah ditemukan kaku gantung diri oleh kakeknya dan para warga.

"Jadi kalau perencanaan dia (suami) mau gantung diri itu sudah lama, sudah tiga kali terjadi, yang dua kali itu selalu disingkirkan sama anaknya karena ibunya yang menyampaikan (menyuruh)," tuturnya.

Namun di luar dugaan, sebelum nekat mengakhiri hidupnya, AW diduga kuat membunuh istrinya yang notabene sempat menggagalkan upayanya untuk bunuh diri. "Upaya bunuh diri yang ingin dia (suami) lakukan itu berarti sudah direncanakan, tetapi diawali dengan penusukan (ke istrinya) itu yang tidak diketahui sebelumnya," ujarnya.

Keterangan dari saksi termasuk anak dari pasutri tersebut kemudian ditelusuri oleh polisi. Hasilnya benar. AW diduga kuat memang sudah dua kali melakukan upaya bunuh diri sebelum akhirnya tewas gantung diri pada percobaan ketiga.

"Upaya kedua yang mau gantung diri menggunakan kawat itu setelah dicek memang ada. Bekas kawatnya itu kan saat disingkirkan tidak bisa, sehingga dililitkan ke atap plafon," pungkas Lutfi.

Hingga saat ini, peristiwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menyebabkan sang istri tewas tersebut, masih dalam penanganan Polsek Lawang dan Satreskrim Polres Malang. Sejumlah saksi juga turut diperiksa polisi guna mengungkap runtutan perkara di balik peristiwa seorang suami yang diduga tega membunuh istrinya kemudian gantung diri tersebut.

-----------------------------------------------------

Pemberitaan dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi para pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, disarankan segera mengkonsultasikan persoalan anda kepada pihak-pihak yang dapat membantu. Seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Jika anda atau seseorang yang anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, silahkan hubungi dokter kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Topik

Hukum dan Kriminalitas, Gantung Diri, pembunuhan, Kabupaten Malang, suami istri,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette