Dinkes Kota Batu Peringatkan Bahaya Laten Sound Horeg bagi Kesehatan

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

27 - Jul - 2025, 01:51

Ilustrasi. Penggunaan sound horeg dapam sebuah kegiatan karnaval desa di Kota Batu beberapa waktu lalu.(Foto: Istimewa)


JATIMTIMES - Aktivitas kegiatan hiburan dengan Sound Horeg tengah menjadi sorotan publik, tak terkecuali di Kota Batu. Dampak negatif masalah kesehatan akibat sound horeg turut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu.

Sebagai informasi, sound horeg atau sering diasosiasikan dengan suara musik atau audio yang sangat kencang, terutama dengan bass yang menggelegar, seperti yang biasa ditemui di konser, festival, karnaval atau acara hiburan lainnya.

Baca Juga : Ramai Bumbu Instan Indonesia Dapat Label Peringatan Kanker di California, Ini Penjelasannya

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanggulangan Bencana Dinkes Kota Batu Susana Indahwati. Tak hanya mengganggu aktivitas, sound horeg juga dikatakan menyebabkan masalah kesehatan pendengaran hingga jantung. 

Dikatakan Susana, mendengarkan musik dengan volume berlebih dapat menimbulkan masalah kesehatan karena melebihi batas aman yang bisa ditangkap oleh pendengaran manusia.

"Untuk dampaknya paling umum yakni gangguan tinnitus atau telinga berdenging," ungkapnya kepada JatimTIMES, Minggu (27/7/2025).

Susana menjelaskan, umumnya seseorang hanya bisa mendengarkan volume suara dengan batas ideal di bawah 85 desibel untuk durasi maksimal 8 jam. Sementara di atas itu, gangguan pendengaran dapat menimbulkan efek jangka panjang maupun pendek.

Jika ada gangguan tinnitus atau telinga berdenging, seseorang bisa mengalami temporary threshold shift (TTS) atau kerap disebut tuli sementara. Pada tahap tersebut, tingkat kepekaan telinga menjadi berkurang dan mengalami stres. Bahkan, jika terus berlanjut akan menyebabkan permanent threshold shift (PTS) atau tuli permanen.

Telinga yang kehilangan fungsi itu disebabkan rusaknya sel-sel rambut halus di koklea atau rumah siput pada telinga bagian dalam. Susana membeberkan, kerusakan pendengaran tersebut tidak dapat diperbaiki. Masalah hiperakusis atau mengalami sensitivitas pendengaran yang terlalu tinggi juga bisa terjadi. Kondisi itu membuat telinga mendengar suara normal terasa sangat keras.

"Efek terparah juga dapat menyerang kesehatan jantung dan pembuluh darah," sebut perempuan yang biasa disapa Susan itu.

Baca Juga : Dalem Paku Alam Jadi Medan Tempur: Ketika Yogya Terbakar di Tengah Perang Diponegoro

Saat fase itu, paparan kebisingan kronis dapat menyebabkan penyakit jantung koroner dan stroke. Sebab, kondisi tubuh yang stres dan memicu peningkatan adrenalin berlebih dalam tekanan dan pembuluh darah. Orang yang terpapar suara keras akan mengalami stres berlebih hingga menyebabkan insomnia, penurunan konsentrasi dan sakit kepala. 

"Untuk mengatasi hal tersebut, seseorang yang terlanjur terpapar suara keras perlu menggunakan pelindung telinga seperti earplug atau earmuff. Kemudian juga membatasi waktu dan jarak jika ada sound horeg," terangnya.

Susana menyebut, hingga saat ini belum ada keluhan masyarakat mengenai masalah kesehatan akibat sound horeg. Meski begitu, penggunaan sound horeg di Kota Batu sebenarnya sudah dibatasi oleh kepolisian.

Di mana sebelumnya, Polres Batu mengumumkan batas pemakaian sound horeg meliputi lima subwoofer saja. Durasi kegiatan terkait seperti karnaval juga maksimal dilaksanakan hingga pukul 23.00.

Pembatasan itu dilandaskan dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat Kebisingan. Dalam peraturan tersebut menetapkan batas tingkat kebisingan di kawasan permukiman maksimal 60 desibel. Kemudian jenis kendaraan yang dipakai di karnaval maksimal pakai mobil jenis L300 dengan kapasitas 4 unit subwoofer.


Topik

Pemerintahan, sound horeg, dinkes kota batu, bahaya sound horeg, kesehatan, kota batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette