Jalur Ketapang Lancar, Bupati Ipuk Apresiasi Kerja Keras Tim

Reporter

Nurhadi Joyo

Editor

Dede Nana

27 - Jul - 2025, 01:31

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Rakor bersama stakeholder terkait mencari solusi atasi kemacetan di Kantor ASDP Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Istimewa)


JATIM TIMES -"Jalur penyeberangan ini sebetulnya bukan kewenangan kami dari pemkab. Namun karena masalah ini berada di wilayah kami, dan dampaknya kepada daerah dan masyarakat Banyuwangi, jadi kami perlu koordinasi dan mencari solusi bersama".

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh stakeholder penyeberangan seluruh stakeholder penyeberangan di Kantor ASDP Pelabuhan Ketapang Banyuwangi pada Sabtu (26/7/2025).

Baca Juga : Sekjen PAN Eko Patrio Turun Gunung, Target Tambah Kursi Legislatif di Jatim

Menurut Bupati Ipuk, pihaknya bersama Forkopimda Banyuwangi dan para pemangku kepentingan terus berupaya mencari solusi atas terjadinya kemacetan parah yang mengakibatkan dampak negatif bagi masyarakat, khususnya warga Banyuwangi.  

Penutupan jalur Gumitir dan pembatasan jumlah kapal yang beroperasi di pelabuhan Ketapang Banyuwangi mengakibatkan kemacetan yang terjadi di Jalan Situbondo-Banyuwangi dan penumpukan antrean kendaraan dan truk di Kawasan Pelabuhan KetapangBanyuwangi. Seluruh pimpinan stakeholder yang berwenang hadir dalam rapat tersebut untuk mendapatkan solusi lanjut mengatasi kemacetan dari hulu ke hilir. 

Mulai dari ASDP Indonesia Ferry Ketapang, KSOP, Korsatpel BPTD II Jatim, Dinas Perhubungan Pemprov Jatim, Indonesian National Ferry Owner Association/Asosiasi Pemilik Kapal Ferry Nasional Indonesia (INFA), Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gadasgap). 

Hadir juga jajaran Forkopimda, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, Dandim 0825 Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) M. Puji Santoso, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahya Negara, dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

"Belum lagi banyak keluhan dan komplain dari masyarakat serta para supir yang tertuju pada kami akibat ini. Jadi kita berkumpul di sini, bukan untuk saling menyalahkan tapi untuk mencari solusi. Pemkab dan Forkopimda sangat siap untuk membantu. Apa yang bisa kami bantu untuk mengurai kemacetan ini," jelas Ipuk. 

Ipuk menjelaskan sebelumnya telah beberapa kali menggelar rakor bersama Forkopimda. Ipuk juga telah meminta dan berkirim surat kepada Kementerian Perhubungan untuk mengirim bantuan kapal dengan kapasitas besar. 

"Selain Menhub, kami juga telah menghubungi Komisi V DPR RI, Wamenhub, agar bisa dibantu menyelesaikan masalah ini. Semoga masalah ini bisa segera terselesaikan," tambah Bupati Ipuk.

Satu unit kapal bantuan yakni KMP Gading Nusantara, milik PT Jembatan Nusantara, anak perusahaan ASDP, yang kapasitas besar didatangkan ke Pelabuhan Ketapang. Ipuk sendiri telah berbincang dengan kapten KMP Gading Nusantara, yang sedang dalam perjalanan menuju Banyuwangi dan dijadwalkan tiba malam ini.

"Dua kapal bantuan lainnya juga akan segera datang untuk dioperasikan di Ketapang. Kami berterima kasih atas semua pihak yang telah bekerja keras dan bersama-sama mengatasi masalah ini," imbuh Bupati kelahiran Magelang tersebut. 

Baca Juga : Guncangannya Turut Dirasakan Warga Jatim, Terjadi 232 Gempa dalam Seminggu

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi Yannes Kurniawan, memberikan penjelasan permasalahan kemacetan yang terjadi berawal karena terbatasnya jumlah kapal yang diperuntukkan untuk mengangkut truk dengan tonase besar di atas 35 ton, setelah adanya evaluasi dan rekomendasi usai tenggelamnya KMP Tunu Pratam Jaya.

"Awalnya hanya dua kapal di LCM. Berangsur bertambah jumlahnya sesuai rekomendasi KSOP. Saat ini ada 7 kapal di LCM yang idealnya 9 kapal," ujar Yannes. 

Dalam rapat tersebut dihasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, selain penambahan bantuan kapal, Pelabuhan Jangkar Situbondo yang selama ini melayani Pelabuhan Lembar Lombok NTB, diminta juga untuk melayani ke Pelabuhan Gilimanuk untuk mengurai kendaraan sejak di Situbondo.

Selain itu, kepada para operator kendaraan logistik atau pemilik truk untuk sementara menggunakan truk bertonase di bawah 35 ton. "Kami sarankan untuk sementara agar lancar, pihak logistik menggunakan truk di bawah 35 ton," kata Ketua INFA, Rio Polii.

Ketua Gapasdap Banyuwangi, Mastiga Sofyan, mengusulkan agar truk sumbu tiga namun tonase di bawah 35 ton untuk bisa dilewatkan di Dermaga MB 1 hingga 4. "Banyak truk meski jenis sumbu tiga, namun muatannya di bawah 35 ton. Jadi bisa memaksimalkan dermaga MB 1 hingga 4," kata Sofyan.

Sementara Kepala KSOP Tanjung Wangi, Purgana, meminta kepada pemilik kapal segera kembali mengoperasikan kapal yang telah dilakukan perawatan. "Kami minta agar kapal yang telah dilakukan perawatan untuk segera beropersi lagi. Untuk saat ini jangan berpikiran ke profit, namun lebih pada kelancaran," pinta Purgana.  


Topik

Pemerintahan, bupati banyuwangi, jalur ketapang, pelabuhan ketapang, banyuwangi,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette