JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Malang mencatat ada 232 kejadian gempa Bumi yang terjadi hingga 24 Juli 2025. Dari jumlah tersebut, tiga kejadian di antaranya turut dirasakan langsung oleh warga Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya.
"Pada Periode 18-24 Juli 2025, di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 232 kejadian gempa Bumi. Pada periode ini terdapat tiga kejadian gempa Bumi yang dapat dirasakan," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Mamuri, dalam pernyataannya kepada JatimTIMES yang dimuat pada Sabtu (26/7/2025) malam.
Baca Juga : Hutan Mangrove Jatim Terluas di Jawa, Masyarakat Diminta Sedekah Oksigen Lewat Gerakan Tanam Mangrove
Dijelaskan Mamuri, kejadian gempa yang terekam pada periode ini paling banyak terjadi pada 18 Juli 2025. Yakni dengan jumlah 83 kejadian gempa.
Sedangkan kejadian gempa paling sedikit terekam pada tanggal 21 Juli 2025 dengan jumlah 15 kejadian. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.5 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.1," ujarnya.
Pada periode kali ini, disampaikan Mamuri, terdapat 215 kejadian gempa dangkal. Kemudian 17 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa dalam.
Gempa dangkal ialah kedalaman gempa pada rentang 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Baca Juga : Pelabuhan Ketapang Makin Padat Dampak Jalur Gumitir Tutup, Kemenhub: Mohon Bersabar
Sementara gempa dalam adalah yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. "Kejadian gempa disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkas Mamuri.