Mahasiswa KKN Unisba Blitar Bantu UMKM Bendo Go Digital dan Bersertifikat Halal

Reporter

Aunur Rofiq

25 - Jul - 2025, 10:56

Para narasumber, mahasiswa Kelompok 15 KKN Unisba Blitar, serta peserta sosialisasi berfoto bersama seusai kegiatan “Penguatan Branding UMKM dan Edukasi Sertifikasi Halal” di Pendopo Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (24/7/2025). (Foto: Unisba Blitar)


JATIMTIMES - Di tengah geliat ekonomi digital dan tuntutan pasar yang kian kompetitif, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, menjadi saksi upaya konkret untuk mendorong UMKM naik kelas. Pada 24 Juli 2025, Kelompok 15 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar menggelar sosialisasi bertajuk Penguatan Branding UMKM dan Edukasi Sertifikasi Halal Melalui Platform SIHALAL.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kelurahan Bendo ini menghadirkan deretan narasumber kompeten dan diikuti oleh pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah kelurahan. Suasana berlangsung partisipatif sejak awal acara, mencerminkan antusiasme para pelaku usaha untuk bertransformasi di tengah era digital.

Baca Juga : Macet Parah 42 Km Gegerkan Situbondo-Banyuwangi, Ini Ternyata Alasannya

Lurah Bendo, Rr. Lutfin Diasmaningrum, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari sinergi nyata antara pemerintah dan kampus. Menurutnya, UMKM di wilayahnya memiliki potensi besar, tetapi masih menghadapi tantangan seperti rendahnya digitalisasi dan lemahnya manajemen usaha. 

“Dari 440 UMKM yang terdata, baru sekitar 70-an yang benar-benar memanfaatkan platform digital,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan itu, Kelurahan Bendo menginisiasi program LAPAKKU (Layanan Pemasaran dan Akses Kreatif UMKM). Program ini, jelas Lutfin, menyediakan pelatihan tentang pemasaran digital dan pendampingan pembukaan akun di platform seperti Shopee, Instagram, hingga TikTok. Melalui Tim Akses Kreatif UMKM, pelaku usaha dibimbing membuat konten promosi yang menarik dan strategis.

Mahasiswa Kelompok 15 KKN Unisba Blitar berfoto bersama usai sosialisasi penguatan branding UMKM dan edukasi sertifikasi halal di Kelurahan Bendo, Rabu (24/7/2025).

Dalam kegiatan sosialisasi itu, mahasiswa KKN turut menggandeng dua pemateri utama. Materi pertama disampaikan oleh Yufi Priyo Sutanto, S.T., M.M., yang mengupas strategi digital marketing untuk UMKM. Ia menekankan bahwa promosi bukan sekadar soal tampil di media sosial, tapi soal membangun sistem bisnis yang tangguh dan berkelanjutan.

Yufi menjelaskan, branding harus dimulai dari riset produk, memahami algoritma platform, dan pembuatan konten yang konsisten. Menurutnya, marketplace seperti Shopee bukan hanya tempat jualan, tetapi bagian dari strategi bertahan. Ia juga menyoroti pentingnya CRM sederhana dengan WhatsApp dan promosi gratis melalui kanal seperti IG Reels dan grup Facebook lokal.

Materi kedua disampaikan oleh Mohammad Bagus Sucipto, M.E., yang memaparkan pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM, khususnya di sektor makanan dan minuman. Ia menjelaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label, melainkan kewajiban hukum berdasarkan UU Jaminan Produk Halal (JPH), dan sekaligus menjadi alat peningkatan daya saing produk.

Bagus menyampaikan bahwa pelaku UMKM bisa memilih jalur reguler atau self-declare untuk mengurus sertifikasi melalui platform SIHALAL. “Dengan sertifikasi halal, kepercayaan konsumen meningkat, akses ke pasar lebih luas, dan pelaku usaha terlindungi secara hukum,” tegasnya.

Baca Juga : Profil Hulk Hogan, Pegulat Legendaris yang Meninggal Dunia di Usia 71 Tahun

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari berbagai unsur masyarakat, termasuk Ketua LPMK, Ketua KIM, perwakilan bank, hingga sembilan Ketua RW dan 24 pelaku UMKM yang diundang. Ketua KKN Kelompok 15, Nico VanHallen, menyatakan bahwa sosialisasi ini dirancang bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi sebagai ruang dialog dan pemahaman praktis bagi pelaku UMKM.

Dosen Pendamping Lapangan, Sri Lestanti, S.Kom., M.T., menilai bahwa keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya tugas akademik, melainkan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan dengan pendekatan yang lebih tematik dan berkelanjutan.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari wajah baru kolaborasi antara pemerintah kelurahan, dunia kampus, dan masyarakat. Dari Pendopo Bendo, semangat perubahan itu menyala dan mengantar UMKM menuju pasar digital yang lebih inklusif, kompetitif, dan berdaya saing global.

 


Topik

Pendidikan, Unisba, Blitar, Universitas Islam Balitar, mahasiswa, kkn,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette