PIAUD Tiga Kampus di Malang Raya Gelar Stadium Generale, Hadirkan Cik Gu Siti dari Malaysia
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
24 - Jul - 2025, 08:29
JATIMTIMES - Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) dari tiga kampus di Malang Raya berkolaborasi menggelar stadium general internasional dengan menghadirkan narasumber dari Malaysia yaini Cik Gu Siti Salina Samaun di Aula Gedung Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang.
Program Studi PIAUD dari tiga kampus di Malang Raya yang kompak menggelar stadium generale internasional tersebut di antaranya PIAUD Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, PIAUD Universitas Islam Malang dan PIAUD Universitas Al-Qolam Malang.
Baca Juga : 20 Team 128 Pembalap Akan Berebut Menjadi Terbaik Dalam Tour de Banyuwangi Ijen 2025
Kegiatan stadium generale internasional yang berlangsung meriah ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang Abdul Jalil. Pihaknya mengapresiasi atas kegiatan yang merupakan hasil dari kolaborasi dan sinergi antar lembaga dalam menyelenggarakan kegiatan akademik lintas negara.
Terlebih lagi, setelah sambutan juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Program Studi PIAUD dari tiga kampus di Malang Raya.
"Dengan adanya penandatanganan MoU ini diharapkan membuka ruang kolaborasi lebih luas di masa depan, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat," ujar Abdul Jalil dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Kegiatan stadium generale ini juga dihadiri oleh para dosen, mahasiswa serta perwakilan sekolah mitra dari Program Studi PIAUD dari ketiga kampus di Malang Raya.
Sementara itu, kehadiran Cik Gu Siti Salina Samaun sebagai narasumber utama memberikan warna tersendiri melalui pemaparan materi stadium generale internasional yang bertajuk "Pendidikan Karakter Awal Kanak-Kanak: Peranan Tauladan, Keluarga dan Sekolah dalam Konteks Malaysia".
Dalam pemaparannya, Cik Gu Siti Salina Samaun menekankan pentingnya keteladanan orang dewasa dalam membentuk karakter anak sejak dini, serta urgensi sinergi antara keluarga dan sekolah.
"Pendidikan karakter tidak dapat dibangun secara instan, ia memerlukan teladan yang konsisten, suasana rumah yang suportif, dan kebijakan sekolah yang berpihak pada perkembangan holistik anak," ujar Cik Gu Siti Salina Samaun.
Baca Juga : Mengapa Flatshoes Yongki Komaladi Jadi Andalan Wanita Indonesia
Selain itu, menurut Cik Gu Siti Salina Samaun, di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesan dan semuanya serba digital merupakan tantangan tersendiri dalam membangun pendidikan karakter anak-anak di masa awal.
"Teknologi mungkin mengambil alih banyak profesion, tetapi pendidikan awal kanak-kanak adalah salah satu profesion mulia yang tidak boleh diambil alih oleh teknologi," kata Cik Gu Siti Salina Samaun.
Sementara itu, pada sesi tanya jawab, peserta dari unsur mahasiswa maupun dosen sangat antusias dalam mengikuti stadium generale ini. Para peserta juga tidak melewatkan kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan Cik Gu Siti Salina Samaun. Menariknya, setiap penanya diberikan souvenir khas oleh Cik Gu Siti Salina Samaun sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para peserta.
Lebih lanjut, kegiatan stadium generale ini menjadi langkah nyata kolaborasi lintas kampus yang tidak hanya memperkaya wawasan internasional mahasiswa dan dosen, tetapi juga mempererat jejaring antar lembaga pendidikan tinggi Islam di bidang PIAUD.
