30 Siswa SMKN di Malang Raya Putus Sekolah, Puguh DPRD: Ini Jadi Tamparan, Harus Ada Langkah Taktis

24 - Jul - 2025, 03:58

Anggota Komisi E DPRD Jatim Puguh Wiji Pamungkas ketika meninjau Sekolah Rakyat di Kota Malang beberapa waktu lalu.


JATIMTIMES - Fenomena puluhan siswa SMKN yang putus sekolah di Malang Raya mendapat perhatian serius dari anggota Komisi E DPRD Jawa Timur (Jatim) Puguh Wiji Pamungkas. Ia mendorong agar ada langkah-langkah taktis untuk merespons fenomena tersebut. 

Terlebih, menurutnya Malang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Jatim. "Malang ini dikenal sebagai pusat pendidikan di Jatim. Kalau justru di sini angka putus sekolah naik, ini jadi tamparan,” ungkapnya, Kamis (24/7/2025).

Baca Juga : UM Mulai Terapkan Sistem Smart Gate Parkir : Masyarakat Umum Berbayar, Sivitas UM Gratis

Karena itu, ia mendorong Cabang Dinas Pendidikan di Malang Raya untuk segera mengambil langkah taktis. Ia meminta pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan Jatim segera melakukan langkah mitigasi yang serius agar kondisi ini tidak berkembang menjadi tren yang lebih luas.

Berdasarkan data dari Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMKN Kabupaten Malang, setidaknya ada 27 siswa yang putus sekolah dari sembilan SMK Negeri di wilayah tersebut pada tahun ajaran 2024/2025. Jika ditambah dari Kota Malang dan Kota Batu, jumlahnya mencapai 30 siswa.

“Ini menjadi potret yang cukup mengkhawatirkan. Meskipun jumlahnya belum besar, tapi kalau dibiarkan bisa jadi tren. Anak-anak yang sudah diterima di SMK Negeri bisa putus sekolah, ini kan ironi,” urai Puguh.

Menurut Sekretaris Fraksi PKS DPRD Jatim itu, penyebab utama putus sekolah masih berkutat pada dua hal klasik, masalah ekonomi dan minimnya motivasi belajar.

“Kalau alasannya ekonomi, pemerintah sebenarnya sudah banyak memberikan dukungan. Selain BOS, ada juga BPOPP, program PIP, dan beasiswa-beasiswa lain dari Pemprov. Tinggal bagaimana sekolah mampu mengakses dan mendampingi siswa dengan tepat,” jelasnya.

Puguh juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan lingkungan dalam menciptakan atmosfer belajar yang kondusif dan memotivasi siswa. Ia menilai, jika siswa kehilangan semangat belajar, maka bisa jadi karena tidak adanya dukungan yang cukup dari guru, wali murid, dan lingkungan sosial di sekitarnya.

“Saya kira kepala sekolah, guru, dan wali murid harus lebih sering berdialog. Jangan hanya seremonial, tapi benar-benar mendampingi anak-anak. Kalau mereka tidak termotivasi, artinya lingkungan sekolah belum cukup inspiratif,” ujarnya.

Baca Juga : Pemkot Surabaya Bagikan Perlengkapan Sekolah Gratis bagi 6.144 Pelajar dari Keluarga Tak Mampu

Sebagai solusi jangka pendek, Puguh juga menyinggung keberadaan Sekolah Rakyat yang dibentuk oleh Pemprov Jatim untuk menampung siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Sekolah Rakyat di Kota Malang itu bisa dimaksimalkan, jangan sampai anak-anak kehilangan kesempatan belajar hanya karena faktor ekonomi atau motivasi yang rendah.”

Puguh berharap seluruh pihak, termasuk dinas, sekolah, dan orang tua, bisa duduk bersama menyusun strategi untuk menyelamatkan generasi muda dari ancaman putus sekolah. “Jangan sampai kita kehilangan generasi hanya karena abai di titik-titik awal seperti ini,” serunya.

 


Topik

Pendidikan, Putus sekolah, smkn, malang raya, puguh Wiji Pamungkas,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette