Revolusi Komunikasi, Program Digital Communication Jadi Primadona Baru Dunia Kampus
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
24 - Jul - 2025, 01:00
JATIMTIMES - Dunia komunikasi tengah mengalami transformasi besar akibat kemajuan teknologi digital. Menjawab tantangan tersebut, sejumlah kampus mulai berinovasi dengan menghadirkan Program Studi Digital Communication, salah satunya di Kota Malang yang kini mulai memimpin tren tersebut.
Program ini didesain untuk mencetak lulusan yang siap kerja di industri kreatif dan digital, mulai dari social media strategist, content creator, digital PR, hingga analis data komunikasi.
Baca Juga : Beredar Misi Rahasia Diplomat Arya Daru sebelum Meninggal, Benarkah Dibunuh?
Salah satu kampus pelopor di Malang yang telah meluncurkan program ini adalah BINUS Malang. Program ini hadir sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan dunia kerja yang kini lebih banyak menyerap lulusan komunikasi dengan kompetensi teknologi.
“Digital Communication tidak sekadar jurusan komunikasi biasa. Ini adalah lompatan untuk menyesuaikan diri dengan munculnya profesi-profesi baru di industri digital,” ujar Dr Yanti Tjong, Dekan Fakultas Digital Communication serta Hotel & Tourism.
Program Digital Communication tak hanya mengajarkan teori komunikasi konvensional. Mahasiswa akan dibekali keterampilan praktis seperti strategi komunikasi digital, produksi konten kreatif, pengelolaan media sosial hingga storytelling berbasis data.
Kurikulum juga dirancang agar mahasiswa punya portofolio profesional dalam 2,5 tahun pertama, dengan dukungan fasilitas seperti studio konten digital dan laboratorium multimedia.
Jika dibandingkan, beberapa kampus besar di Malang seperti Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM) baru mulai menyesuaikan kurikulum komunikasi mereka ke arah digital. Sebagian besar masih berfokus pada komunikasi massa, jurnalistik, dan hubungan masyarakat, dengan integrasi teknologi yang terbatas.
Baca Juga : Benarkah Indonesia Sepakati Transfer Data Pribadi ke Amerika? Begini Penjelasan PCO
“Masih banyak program komunikasi yang belum menyentuh aspek digital secara menyeluruh. Padahal industri sudah menuntut lulusan yang menguasai teknologi dan mampu berpikir kreatif serta strategis,” kata Frederik Masri Gasa, pengampu program komunikasi digital.
Peta karier lulusan digital communication sangat luas, mencakup social media manager, digital campaign analyst, brand storyteller, virtual public relations, komunikasi politik digital dan konten kreator profesional.
Dengan penguasaan teknologi dan kreativitas, lulusan program ini diproyeksikan menjadi motor penggerak komunikasi modern, tidak hanya di sektor media, tapi juga e-commerce, startup, bahkan pemerintahan.
