Fraksi PDIP DPRD Jatim Dukung Sekolah Rakyat: Benteng Terakhir Pendidikan Anak Miskin

23 - Jul - 2025, 08:15

Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana. (Foto: Ist)


JATIMTIMES - Fraksi PDIP DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) mendukung penuh pelaksanaan program Sekolah Rakyat yang belum lama ini diluncurkan. Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim Wara Sundari Renny Pramana bahkan menyebut, Sekolah Rakyat merupakan benteng terakhir pendidikan anak miskin.

Ia menilai, keberadaan Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Jatim merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memastikan hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Baginya, Sekolah Rakyat tidak sekadar sarana pendidikan alternatif, tetapi juga instrumen sosial yang sangat strategis dalam memutus mata rantai kemiskinan.

Baca Juga : 120 Anak Binaan LPKA Blitar Dapat Remisi di Hari Anak Nasional, 7 Langsung Bebas

"Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan kesempatan yang adil untuk mengenyam pendidikan menengah atas, tanpa beban biaya. Semua fasilitas disediakan oleh negara. Bahkan kualitas sarana dan prasarananya tidak kalah dengan sekolah negeri maupun swasta unggulan," ungkap Bunda Renny, sapaan akrabnya, Rabu (23/7/2025).

Ia menyebut, konsep Sekolah Rakyat adalah jawaban progresif terhadap berbagai persoalan ketimpangan akses pendidikan di Jawa Timur. Ia meyakini bahwa jika program ini dikelola secara serius, maka Sekolah Rakyat akan menjadi benteng terakhir bagi rakyat kecil dalam mendapatkan masa depan yang lebih baik.

"Ini bukan sekadar sekolah gratis. Ini adalah jalan perubahan nasib bagi ribuan anak yang sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa melanjutkan sekolah karena beban ekonomi," paparnya.

"Sekolah Rakyat adalah bentuk keberpihakan negara kepada wong cilik. Dan kami di Fraksi PDI Perjuangan akan terus mengawal agar program ini bisa diperluas dan ditingkatkan," sambungnya.

Menurutnya, pendidikan yang bermutu dan merata adalah fondasi utama untuk membangun Jawa Timur yang lebih adil dan berdaya saing. Dan Sekolah Rakyat adalah salah satu instrumen penting dalam mewujudkan itu.

"Visi besar Bung Karno adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Maka menjadi tanggung jawab kita bersama, khususnya bagi kami di legislatif, untuk menjamin setiap anak bisa mengakses pendidikan berkualitas, tanpa diskriminasi sosial maupun ekonomi," ucapnya.

Baca Juga : Mengenal Bram Patria Yoshugi, Sosok di Balik Desain Logo HUT ke-80 RI

Lebih lanjut, Bunda Renny memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah di Jatim yang telah mendukung penuh keberhasilan pendirian dan pengelolaan 12 Sekolah Rakyat yang saat ini tersebar di sejumlah wilayah. Salah satunya adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri yang berlokasi di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan.

"SRMA 24 Kediri menjadi contoh luar biasa. Gedung sekolahnya sangat representatif, dengan ruang kelas berstandar internasional. Ini membuktikan bahwa pendidikan gratis tidak harus murahan. Justru ini harus menjadi sekolah kebanggaan rakyat," paparnya.

Bunda Renny menilai keberhasilan SRMA 24 Kediri adalah bukti bahwa ketika pemerintah daerah, masyarakat, dan DPRD bersinergi, maka program pendidikan berbasis kerakyatan dapat diwujudkan dengan baik.

"Ini bukan hanya soal bangunan, tapi soal semangat. Semangat untuk tidak membiarkan satu pun anak di Jawa Timur kehilangan harapan karena kemiskinan," tandasnya.


Topik

Pemerintahan, DPRD Jatim, Wara Sundari, PDIP, sekolah rakyat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette