Pemkab Blitar dan Pemprov Jatim Apresiasi 328 Huffadz: Insentif untuk Penjaga Kalamullah

22 - Jul - 2025, 05:16

Bupati Blitar Rijanto bersama para hafidz-hafidzah penerima insentif Pemprov Jatim di Pendopo Sasana Adhi Praja. (Foto: Ist)


JATIMTIMES - Sebanyak 328 hafidz dan hafidzah di Kabupaten Blitar mendapat penghargaan istimewa dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupa insentif bulanan. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Pendapa Sasana Adhi Praja, Selasa, 22 Juli 2025, dalam sebuah prosesi yang sarat makna dan kekhidmatan. 

Momen ini menjadi penegas bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap para penjaga kemurnian Al-Qur’an.

Baca Juga : Polres Batu Batasi Sound Horeg dan Jam Karnaval, Perketat Izin Keramaian

Bupati Blitar, Rijanto, hadir langsung untuk menyampaikan apresiasi. Dalam pidatonya, ia menyebut para penghafal Al-Qur’an sebagai pribadi mulia yang telah mendedikasikan hidupnya untuk menjaga Kalamullah. Menurutnya, insentif tersebut bukanlah penghargaan utama, melainkan bentuk kepedulian dari pemerintah terhadap peran strategis huffadz dalam membangun generasi berakhlak.

“Panjenengan semua adalah penjaga Kalamullah. Jangan lihat nilainya, karena tidak sebanding dengan perjuangan panjenengan yang luar biasa. Ini adalah bentuk apresiasi dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ucap Rijanto di hadapan para penerima insentif.

Ia berharap dukungan tersebut mampu menjadi penyemangat agar para hafidz dan hafidzah semakin istiqamah dalam menjaga hafalan mereka. Lebih jauh, Bupati juga menegaskan pentingnya peran para penghafal Al-Qur’an sebagai teladan moral di tengah masyarakat.

“Al-Qur’an adalah pedoman akhlak. Saya ingin panjenengan semua menjadi panutan dalam sikap dan perilaku, membawa nilai-nilai luhur ke dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya menegaskan.

Program insentif ini merupakan hasil sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah. Kepala Bagian Kesra, Alwi Maulana, menjelaskan bahwa masing-masing hafidz dan hafidzah akan menerima dana sebesar Rp250.000 per bulan selama satu tahun penuh. Penyaluran dilakukan langsung ke rekening penerima.

Menurut Alwi, proses seleksi penerima dilakukan secara ketat oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jawa Timur. Tujuannya adalah memastikan bahwa insentif diberikan kepada mereka yang benar-benar memenuhi kriteria.

“LPTQ yang memverifikasi kelayakan penerima. Dengan begitu, akuntabilitas program ini tetap terjaga. Dana juga disalurkan secara langsung ke rekening masing-masing, agar prosesnya lebih efisien dan transparan,” terangnya.

Baca Juga : Berdayakan dan Akselerasikan Digitalisasi Desa, Telkomsel Hadirkan Program Baktiku Negeriku 2025 di Pacitan

Program ini mendapat sambutan positif dari para tokoh agama dan masyarakat. Kehadiran insentif tersebut dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam merawat tradisi keagamaan yang luhur sekaligus memperkuat ketahanan moral bangsa melalui pendekatan spiritual.

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap, melalui dukungan ini, akan lahir lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk mendalami, menghafalkan, dan mengamalkan isi Al-Qur’an. Dalam jangka panjang, langkah ini menjadi bagian dari strategi pembangunan karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Program insentif huffadz ini tidak hanya mencerminkan komitmen Pemprov Jatim dan Pemkab Blitar terhadap pendidikan keagamaan, tapi juga menjadi cermin arah pembangunan yang menempatkan spiritualitas sebagai salah satu pilar utama. Di tengah arus modernisasi, pemerintah membuktikan bahwa penguatan nilai-nilai luhur tetap menjadi prioritas.

Dari Pendopo Sasana Adhi Praja, gema penghormatan terhadap para penjaga Kalamullah pun menggema. Bukan sekadar bantuan materi, melainkan penghargaan atas peran mereka dalam menjaga cahaya yang menuntun umat, baik di masa kini maupun di masa depan.


Topik

Pemerintahan, Pemkab Blitar, hafidzah, Kabupaten Blitar, Pemprov Jatim,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette