Wali Kota Blitar: 21 Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Ujung Tombak Perdagangan
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
A Yahya
22 - Jul - 2025, 11:26
JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar resmi mendukung penuh peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Senin, 21 Juli 2025. Di Kota Blitar, sebanyak 21 koperasi telah dibentuk di setiap kelurahan dan siap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat dari tingkat bawah.
Peluncuran secara nasional dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dari Klaten, Jawa Tengah, dan diikuti secara daring oleh jajaran pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, bersama Forkopimda, OPD, dan pengurus koperasi, dari eks Kantor Kelurahan Gedog. Tempat yang dulunya mangkrak itu kini disulap menjadi pusat aktivitas koperasi, sebagai simbol dimulainya gerakan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.
Baca Juga : Astana Kerajaan Surabaya: Di Balik Tembok, Parit, dan Baluwarti Peninggalan Pate Sudayo
Dalam keterangannya, Wali Kota Blitar menyatakan bahwa seluruh kelurahan di wilayahnya telah memiliki kelembagaan koperasi dan siap beroperasi. Menurutnya, koperasi Merah Putih adalah instrumen konkret untuk memperkuat perekonomian warga, terutama pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Ini bukan hanya tentang mendirikan koperasi di atas kertas, tapi bagaimana koperasi bisa menjadi sarana ekonomi bersama masyarakat. Kami memfasilitasi penuh operasionalnya, dari kelembagaan, kemitraan usaha, hingga pemetaan bisnis di tiap kelurahan,” ujar Mas Ibin, sapaan akrab Wali Kota.
Ia menambahkan bahwa koperasi Merah Putih akan diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi produktif, mulai dari perdagangan hingga jasa. Pemerintah Kota Blitar juga tengah memetakan potensi bisnis koperasi, termasuk menjalin kemitraan dengan Bulog, PT Pupuk Indonesia, dan pelaku distribusi lainnya, guna menciptakan rantai pasok yang stabil.
Langkah ini sejalan dengan cita-cita nasional yang disampaikan Presiden Prabowo dalam pidato peluncuran. Prabowo mengibaratkan koperasi sebagai seikat lidi. Satu lidi tak berarti, tetapi ratusan lidi yang disatukan menjadi kekuatan besar. Konsep koperasi, menurutnya, adalah konsep gotong royong yang mengubah kelemahan menjadi kekuatan kolektif.
Mas Ibin menyebut bahwa peran koperasi Merah Putih tidak hanya terbatas pada skala lokal. Pemerintah Kota Blitar tengah mengembangkan skema perdagangan antar daerah melalui Blitar Trade Center (BTC), yang akan menjadi pusat distribusi komoditas dari Blitar ke berbagai kota lain seperti Depok dan Bekasi.
“Misalnya nanti Depok butuh pasokan telur, maka koperasi Merah Putih Gedog yang akan kami siapkan sebagai pengirimnya. Begitu juga jika Bekasi butuh ayam, kami akan hubungkan langsung dengan koperasi yang relevan. Jadi koperasi bukan hanya lokal, tapi masuk dalam jejaring ekonomi antar kota,” jelasnya.
Selain memperkuat jaringan perdagangan, koperasi Merah Putih juga akan diberdayakan sebagai pengampu UMKM binaan. Pemerintah Kota Blitar akan memfasilitasi ruang, promosi, dan jaringan pasar bagi para pelaku usaha mikro. Nantinya, koperasi akan membentuk area khusus untuk UMKM binaan di tiap kelurahan, sehingga pembinaan berjalan terstruktur dan berdampak nyata.
Baca Juga : Sukses Percepat Akta Koperasi, Bupati Jombang Diganjar Penghargaan Gubernur
“Kami ingin koperasi menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Fokusnya di Blitar adalah pada sektor perdagangan dan jasa. Tapi yang lebih penting, koperasi ini kami harapkan bisa menjadi pintu masuk untuk ekspor, sekaligus menghubungkan Blitar dengan pasar antar pulau,” tutur Wali Kota.
Mas Ibin optimistis koperasi Merah Putih di Blitar akan tumbuh sebagai model kelembagaan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Dengan pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah pusat, ia menilai koperasi ini akan berbeda dari koperasi biasa yang hanya dijalankan secara formalitas tanpa dampak ekonomi yang riil.
“Karena ini program pemerintah pusat, tentu aspek keberlanjutan dan kelembagaan akan dikawal lebih serius. Pemerintah akan hadir sebagai fasilitator, mitra, dan pengawas yang aktif,” tegasnya.
Langkah progresif ini menegaskan komitmen Kota Blitar dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dari bawah. Melalui koperasi Merah Putih, Blitar tidak hanya berpartisipasi dalam program nasional, tetapi juga membangun fondasi kemandirian ekonomi yang tangguh, inklusif, dan siap bersaing.
