UIN Maliki Malang Jadi Tuan Rumah PKDP 2025, Siap Gembleng Dosen Lebih Profesional
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
21 - Jul - 2025, 04:29
JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang kembali dipercaya menjadi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) tahun 2025. Gelombang pelatihan ini digelar dalam dua sesi, masing-masing pada 21-23 Juli dan 24-26 Juli 2025, bertempat di Savana Hotel & Convention Malang, dengan semangat mencetak pendidik muda yang berkualitas dan berintegritas.
Kepercayaan ini bukan kali pertama diberikan kepada UIN Maliki. Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI kembali menunjuk kampus ini sebagai satu dari 20 Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) PKDP 2025. Pelatihan pun resmi dibuka pada Senin, 21 Juli 2025, dalam sebuah seremoni meriah di lingkungan kampus UIN Maliki Malang.
Baca Juga : Pemkot Batu Luncurkan 24 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, Tunggu Bantuan Akses Permodalan
Tahun ini, sebanyak 369 dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur turut ambil bagian. Bahkan, salah satu peserta datang dari kampus di Provinsi Riau, menandai keberagaman dan jangkauan nasional program ini.

Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menegaskan bahwa profesi dosen merupakan proses panjang yang harus ditempuh secara serius dan berjenjang. “Menjadi dosen profesional dimulai dari dasar. Kualifikasi akademik harus linier dari S-1, S-2 hingga S-3. PKDP ini adalah langkah awal menuju puncak karier akademik: guru besar,” tegas Prof. Zainuddin.
Tak hanya membuka kegiatan, Prof. Zainuddin juga membawakan sesi materi tentang Paradigma Integrasi Keilmuan PTKI, pendekatan khas yang menjadi ciri UIN Maliki dan seluruh PTKIN di bawah naungan Kementerian Agama.
“Empat kompetensi utama dosen harus kita pegang teguh: merancang pembelajaran, melaksanakan proses belajar, memahami karakteristik mahasiswa, serta terus meningkatkan mutu melalui riset,” tambahnya.
Program pelatihan ini dirancang dengan pendekatan menyeluruh. Selama tiga hari pelatihan luring, sebanyak 246 peserta, termasuk dosen PNS, PPPK, dosen tetap yayasan, hingga dosen BLU akan digembleng melalui materi-materi krusial: mulai dari penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), pembuatan video pembelajaran, hingga pelatihan penulisan artikel ilmiah berkualitas. Sesi ini akan dilanjutkan dengan pelatihan daring secara mandiri.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., mengingatkan pentingnya keseriusan dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Ia menegaskan bahwa ketidakhadiran dalam sesi atau ketidakselesaian tugas dapat menggugurkan kelulusan.
“PKDP bukan sekadar formalitas, tapi fondasi untuk membentuk dosen yang adaptif, kreatif, dan profesional. Bahkan peserta yang sudah senior pun wajib mengikuti semua sesi,” ujarnya tegas.
Baca Juga : Dana PIP 2025 Belum Cair? Ini Penyebab, Solusi, dan Cara Lapor Resmi ke Kemendikbud
Prof. Umi juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap pendekatan pendidikan berbasis kebijakan nasional Kemenag seperti Asta Cita dan ASTA Protas. Materi ini turut menjadi bagian penting dari pelatihan dan disampaikan langsung olehnya.
Keunggulan lain dari PKDP ini adalah keterkaitannya langsung dengan Sertifikasi Dosen (Serdos). Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat yang bisa digunakan sebagai syarat mengikuti Serdos tahun 2025. Pengumuman kelulusan dijadwalkan pada 14 Agustus 2025, dilanjutkan dengan proses pendampingan penyusunan portofolio dosen profesional yang akan dinilai oleh institusi eksternal.
Pelaksanaan PKDP 2025 ini menjadi refleksi kuat atas peran UIN Maliki dalam membina generasi baru dosen-dosen yang tidak hanya mumpuni secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Islam, integritas profesional, dan kesiapan menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi secara utuh.
Atmosfer akademik yang kondusif, dukungan dari narasumber kredibel, serta komitmen tinggi dari para peserta diharapkan mampu melahirkan dosen-dosen yang bukan hanya pengajar, tetapi juga pemimpin pemikiran yang membawa semangat perubahan dalam dunia pendidikan tinggi Islam.
