Kemenhub Ungkap Kronologi Terbakarnya KM Barcelona 5 di Perairan Minahasa Utara
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Nurlayla Ratri
20 - Jul - 2025, 09:58
JATIMTIMES - Kemenhub Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait insiden kebakaran Kapal Motor (KM) Barcelona 5 di Perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. KM Barcelona 5 terbakar hebat ketika sedang berlayar, Minggu (20/7/2025).
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud menjelaskan, informasi kebakaran awalnya diterima sekitar pukul 14.00 WITA. Kapal tersebut terbakar pada posisi koordinat 01°48.510'N / 125°00.701'E (di timur Pulau Talise). "Kapal ini sedang dalam pelayaran dari Lirung menuju Manado," jelasnya.
Baca Juga : 5 Kali Masuk Penjara Masih Belum Jera, Pria Asal Probolinggo Tertangkap Lagi Usai Curi Motor di Pakisaji
Lebih lanjut, pihaknya langsung melakukan sejumlah upaya penanganan. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Manado telah melakukan koordinasi dengan KSOP Kelas I Bitung, Basarnas Kota Manado, Pangkalan PLP Bitung, Bakamla Bitung, Kantor Kesehatan Pelabuhan Manado, dan PT Samudera Pelayaran Indonesia (SPI) selaku pemilik kapal.
"Telah didirikan Posko Penanganan guna memantau dan mengoordinasikan proses evakuasi serta penanganan lebih lanjut," paparnya.
Beberapa unsur SAR dan keselamatan pelayaran telah dikerahkan ke lokasi kejadian, antara lain KN Bima Sena (Basarnas), KN 331 (PLP Bitung), KN Gajah Laut (Bakamla, KM Barcelona 3 dan KM Venetian (PT SPI), dan KM Chantika 9F (PT Pelayaran Darma Indah)
"Evakuasi penumpang sedang berlangsung, sebagian telah berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Likupang maupun pulau terdekat. Hingga saat ini, data terkait jumlah penumpang, korban jiwa maupun luka-luka masih dalam proses verifikasi," tandasnya.
Baca Juga : Kapal Menuju Manado Terbakar, Ini Ciri-ciri Mesin Kapal Bermasalah dan Tips Selamat saat Laka Laut
Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dapat diselamatkan dan diberikan penanganan yang memadai. "Kami terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi erat dengan seluruh pihak terkait di lapangan," pungkasnya.
