JATIMTIMES - Gempa bumi masih marak terjadi di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada periode Juni 2026 telah terjadi ratusan gempa bumi. Di mana, gempa bumi yang terjadi di Jatim dan sekitarnya tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal.
"Pada bulan Juni 2026 di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya terjadi 698 kejadian gempa bumi," ujar Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso kepada JatimTIMES, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga : DPRD Kota Malang Tak Ingin Bus Trans Jatim Mematikan Angkot, Integrasi Jadi Solusi
Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Ricko, gempa bumi yang terjadi di Jatim dan sekitarnya tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal. Yakni sebanyak 547 kejadian.
"Pada periode ini terdapat 547 kejadian gempa bumi dangkal, 151 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," bebernya.
Gempa bumi dangkal merupakan gempa yang terjadi di kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer.
Sementara gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Artinya, tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia. "Sedangkan pada bulan ini terdapat satu kejadian gempa bumi yang dirasakan," imbuhnya.
Baca Juga : Bromo Sentuh 6 Derajat, BMKG Minta Warga Malang Waspadai Bediding hingga September
Secara spesifik, disampaikan Ricko, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 3 Juni. Yakni dengan jumlah 40 kejadian gempa bumi. Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada tanggal 4 Juni dengan jumlah 11 kejadian.
Ricko menambahkan, kejadian gempa bumi pada periode ini disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal. "Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 5.25 dan magnitudo terkecil yaitu M 1.07," pungkasnya.