Dispendik Segera Survei dan Lakukan Kajian Pembangunan SMPN 3 Pakis: Ada Dua Pilihan Lokasi
Reporter
Tubagus Achmad
Editor
Nurlayla Ratri
20 - Jul - 2025, 09:49
JATIMTIMES - Sesuai instruksi dari Bupati Malang HM. Sanusi, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang segera melakukan survei dan kajian mendalam terkait rencana pembangunan gedung baru untuk pendirian SMPN 3 Pakis.
Selama ini di Kecamatan Pakis terdapat dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang berdiri dan beroperasi mencetak anak didik yang berkualitas. Yakni SMPN 1 Pakis berlokasi di Desa Sumberpasir dan SMPN 2 Pakis berlokasi di Desa Banjarejo.
Baca Juga : Ombudsman Jatim Soroti Jalur Titipan di SPMB, Libatkan Oknum Parpol hingga LSM
Tercatat di Kecamatan Pakis sendiri terdapat 15 desa, di antaranya Desa Ampeldento, Asrikaton, Banjarejo, Bunutwetan, Kedungrejo, Mangliawan, Pakisjajar, Pakiskembar, Pucangsongo, Saptorenggo, Sekarpuro, Sukoanyar, Sumberkradenan, Sumberpasir dan Tirtomoyo.
Dari sekian banyak desa yang ada, mayoritas masyarakat di enam desa yakni Desa Ampeldento, Asrikaton, Mangliawan, Saptorenggo, Sekarpuro dan Tirtomoyo banyak yang mengaku kesulitan menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Pakis dan SMPN 2 Pakis karena terganjal sistem zonasi. Selain itu, jika harus bersekolah di wilayah Kota Malang juga terkadang terganjal dengan kuota yang terbatas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Suwadji menyampaikan, sebenarnya pendirian SMPN 3 Pakis telah dibahas di DPRD Kabupaten Malang dan siap dibangun pada tahun 2022 lalu. Namun, dikarenakan adanya keberatan dari beberapa sekolah yang mengadu ke DPRD Kabupaten Malang, alhasil pembangunan SMPN 3 Pakis belum jadi terealisasi.
"Sebenarnya ini beberapa tahun lalu sudah siap, tapi masih ada keberatan dari beberapa sekolah. Dengan arahan Pak Bupati dalam waktu dekat akan saya komunikasikan kembali antara muspika dengan kepala desa, dengan kami untuk menyiapkan SMPN 3 Pakis," ungkap Suwadji kepada JatimTIMES, Minggu (20/7/2025).
Menurut Suwadji, lahan ideal untuk pendirian bangunan SMPN 3 Pakis nantinya menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Lahan satu hektare, menurut Suwadji sudah cukup untuk digunakan sebagai SMPN 3 Pakis.
"Kalau standar minimal satu kelas, paling tidak tiga kelas dulu pertama. Satu kelas SMP itu 32 anak, paling tidak ya hampir 100 siswa lah. Nanti kita survei lulusan SD di seputaran tiga desa itu berapa. Terus nanti potensinya SMP swasta ini ada berapa, itu nanti kita bisa mengasumsikan, begitu berdiri dapat siswa berapa itu dari sana," jelas Suwadji.
Kemudian untuk kebutuhan anggaran pembangunan sekolah baru, Suwadji masih akan melakukan kajian mendalam. Namun yang pasti, nanti di SMPN 3 Pakis harus ada fasilitas ruang kelas, ruang guru, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, tempat ibadah dan lain-lain, di mana seluruhnya juga sudah termasuk mebelair.
"Nanti kita rencanakan dengan DPKPCK (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya) Kabupaten Malang," kata Suwadji.
Lebih lanjut, terdapat dua pilihan lokasi yang disiapkan untuk pembangunan sekolah baru SMPN 3 Pakis. Yakni berlokasi di Desa Saptorenggo dan di Desa Sekarpuro. Untuk di Desa Saptorenggo rencana terletak di selatan Balai Desa Saptorenggo, sedangkan di Desa Sekarpuro terletak di kawasan perumahan Kapi Mantasti.
Baca Juga : Bocah Pekalongan Meninggal Usai Digigit Ular Weling, Kenali Bahaya dan Cara Pertolongan Pertamanya
"Rencana lokasi SMPN 3 Pakis di Saptorenggo dan di Sekarpuro. Di Saptorenggo itu ada tanah desa, kalau di Sekarpuro itu fasilitas umum, tanah di perumahan sudah siap. Jadi nanti antara perumahan dengan kampung," ujar Suwadji.
Sementara itu, mengenai realisasi pembangunan SMPN 3 Pakis nantinya akan menunggu hasil survei dan kajian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Namun pihaknya memastikan, jika proses survei dan kajian berjalan dengan lancar, pembangunan SMPN 3 Pakis dapat terealisasi pada tahun 2026.
"Tahun depan (2026) bisa terealisasi untuk pembangunannya. Kalau tahun depan pembangunan, tahun depannya lagi bisa penerimaan siswa baru. Atau sambil membangun dibarengi dengan penerimaan siswa baru," beber Suwadji.
"Nanti selain pembangunan juga mengurus administrasi ke Kemendikdasmen. Kemudian mendirikan sekolah baru itu kan harus siap dapodiknya supaya bisa tertampung di dashboard nya Kemendikdasmen," imbuh Suwadji.
Nantinya, untuk kebutuhan guru dan kepala sekolah di SMPN 3 Pakis, Suwadji mengaku dapat terpenuhi. Pasalnya, setiap tahun sudah ada pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru.
"Kalau kepala sekolah kan ada. Karena stoknya untuk calon kepala sekolah smp melebihi dengan kekosongan. Kalau guru nanti kita distribusikan guru-guru yang baru diangkat sebagai PPPK. Tahun ini sudah ada, tahun depan insya allah ada lagi," pungkas Suwadji.
