Karakter Anak Dimulai dari Al-Qur’an, Mas Ibin Luncurkan Program Pulang Sekolah Ayo Mengaji
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Nurlayla Ratri
19 - Jul - 2025, 07:05
JATIMTIMES – Pendidikan karakter kini mendapat tempat istimewa dalam peta pembangunan manusia di Kota Blitar. Mengawali tahun ajaran baru 2025/2026, Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin meluncurkan program inovatif bertajuk Pulang Sekolah Ayo Mengaji. Sebuah inisiatif yang menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi utama dalam membentuk kepribadian anak sejak dini.
Program ini mewajibkan para siswa mengikuti kegiatan mengaji selepas jam sekolah formal. Dalam pandangan Mas Ibin, kebijakan ini bukan sekadar kegiatan tambahan, melainkan bagian dari strategi besar Pemkot Blitar dalam memperkuat pendidikan karakter dan spiritual peserta didik. Ia menegaskan bahwa penguatan nilai religius dan muatan lokal adalah bagian penting dari misi pendidikan di kota yang dikenal sebagai Kota Patria ini.
Baca Juga : Ashanty Sapa Wisudawan UIN Malang, Siap Jadi Duta Kampus Ulul Albab
“Pulang Sekolah Ayo Mengaji ini merupakan bentuk penambahan jam pelajaran tambahan di sore hari untuk memantapkan penanaman nilai spiritual dan pendidikan karakter pada anak,” ujar Mas Ibin.
Sebagai bentuk keseriusan implementasi, Pemkot Blitar akan menyediakan buku kendali kegiatan bagi setiap siswa. Buku ini berfungsi mencatat keterlibatan mereka selama pelaksanaan program, dan bahkan akan masuk dalam aspek penilaian rapor. Dengan demikian, kegiatan mengaji tidak dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler biasa, tetapi menjadi bagian integral dari proses pendidikan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, menambahkan bahwa program ini juga dirancang sebagai langkah antisipatif terhadap pengaruh negatif yang mengintai anak-anak di luar jam sekolah. Di era digital yang serba cepat dan terbuka, Dindin melihat perlunya ruang-ruang aman dan produktif bagi siswa untuk tetap terjaga dalam aktivitas yang bernilai.
Menurutnya, kegiatan mengaji mampu menjadi media pembentukan jati diri anak. Ia menilai, saat anak memiliki aktivitas positif selepas sekolah, peluang mereka untuk terpapar konten negatif dari gawai atau lingkungan sekitar bisa ditekan secara signifikan.
“Ngaji ini kan mengasah jati diri. Ditujukan agar anak-anak memiliki aktivitas positif yang juga diharapkan bisa mengurangi ketergantungan terhadap gadget,” jelas Dindin seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Blitar, Sabtu (19/7/2025).
Program ini sekaligus merupakan implementasi nyata dari visi Sekolah Religius, Nasionalis, dan Berbudaya atau Serenada yang telah diusung Pemerintah Kota Blitar. Dindin menyebut, dalam paradigma Serenada, pendidikan tak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter utuh: berilmu, beriman, dan berbudaya.
Baca Juga : Santri Manbaul Ulum Malang - Rumah Sedekah NU Isi Bulan Muharram dengan Berbagi Kebahagiaan ke Anak Yatim
Dengan pelaksanaan yang dimulai pada tahun ajaran baru mendatang, Pemkot Blitar saat ini tengah melakukan sosialisasi dan koordinasi intensif dengan para kepala sekolah, komite sekolah, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama. Harapannya, program ini bisa menyatu dalam budaya masyarakat dan mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa.
Dindin optimistis, jika seluruh elemen pendidikan bersinergi, program Pulang Sekolah Ayo Mengaji akan menjadi praktik baik yang bukan hanya memperkaya model pendidikan karakter di Blitar, tetapi juga bisa menjadi rujukan nasional.
Lewat pendekatan yang menggabungkan penguatan spiritual, pengawasan sosial, dan transformasi budaya belajar, Pemkot Blitar mengarahkan pendidikan bukan hanya pada capaian akademik, tetapi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan zaman, Pemerintah Kota Blitar memilih untuk berpijak pada akar nilai. Bagi Mas Ibin, membangun karakter anak bukan dimulai dari teori, melainkan dari ayat-ayat suci yang ditanamkan dalam hati sejak dini.
