Sepekan Macet, Layanan Penyebrangan Ketapang–Gilimanuk Mulai Normal Lagi

19 - Jul - 2025, 05:32

Suasana lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.


JATIMTIMES - Arus kendaraan di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Macet parah dalam beberapa hari terakhir. Kini, antrean kendaraan sudah mulai terurai seiring layanan penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk yang telah kembali berjalan normal.

Kepadatan terjadi karena adanya pengurangan sementara jumlah kapal yang diizinkan beroperasi. Ini merupakan dampak dari langkah evaluatif dan preventif yang diambil oleh otoritas regulator. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui KSOP Kelas III Banyuwangi menggelar inspeksi kapal.

Baca Juga : Polisi Lanjutkan Pencarian Pelajar Hilang saat Mancing di Watu Lepek

Langkah tersebut untuk memastikan seluruh kapal ferry yang beroperasi telah memenuhi standar keselamatan pelayaran. Hal ini menyusul insiden kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang menjadi perhatian nasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Muhammad Masyhud, menegaskan bahwa inspeksi kapal merupakan langkah penting untuk menjamin seluruh armada dalam kondisi laik laut. “Dari total 54 kapal yang telah diperiksa, sebanyak 45 kapal telah dinyatakan memenuhi syarat keselamatan dan kembali dioperasikan untuk melayani lintasan Selat Bali,” ujarnya.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghormati dan mendukung penuh langkah regulator dalam menjaga keselamatan pelayaran. Seluruh proses inspeksi dan sertifikasi kelayakan kapal dilakukan secara menyeluruh dan profesional oleh tim dari Kemenhub.

Kondisi terkini menunjukkan bahwa antrean di jalan utama Pelabuhan Ketapang telah terurai sejak Sabtu (19/7/2025). Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin menjelaskan bahwa antrean kendaraan umum dan pribadi sudah tidak terlihat sejak pukul 08.00 WIB.

“Hari ini, antrean hanya tersisa pada kendaraan logistik yang masih menunggu giliran di kawasan Bulusan. Proses bongkar muat di Pelabuhan Ketapang berjalan lancar, dan antrean di Pelabuhan Gilimanuk sendiri sudah habis sejak malam tadi,” ujar Shelvy.

ASDP sendiri memastikan proses penimbangan dan pengaturan muatan di pelabuhan dilakukan secara ketat untuk menjamin keselamatan pelayaran, sesuai ketentuan yang berlaku. Hingga Sabtu, 19 Juli 2025 pukul 12.00 WIB, sebanyak 23 kapal telah dioperasikan secara bergantian di lintasan Ketapang–Gilimanuk dengan pola 8 trip, dan didistribusikan secara merata di Dermaga MB dan LCM.

Kondisi cuaca di perairan Selat Bali juga sangat mendukung kelancaran pelayaran, dengan angin tenang, gelombang rendah, dan jarak pandang optimal menurut data BMKG. “Kami mengapresiasi kesabaran pengguna jasa dalam beberapa hari terakhir. Dalam situasi seperti ini, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. ASDP akan terus menjalankan layanan secara optimal, menjaga kelancaran logistik, dan memastikan kenyamanan masyarakat,” papar Shelvy.

Baca Juga : MIN 1 Kota Malang Terdepan Dalam Digitalisasi Madrasah, Mulai Terapkan E-Ijazah

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, menyatakan bahwa operasional di lapangan berjalan kondusif. “Aktivitas bongkar muat kendaraan berjalan normal. Saat ini kami fokus pada pengangkutan kendaraan barang yang masih tertahan di Bulusan, dengan dukungan kapal perbantuan seperti KMP Liputan 12,” kata Yannes.

Langkah-langkah strategis juga terus dilakukan, antara lain penyortiran kendaraan di area tollgate, pengalihan kendaraan ringan ke Dermaga MB, serta penambahan kapal pengganti seperti KMP Gilimanuk I dan Portlink VII. ASDP juga menjaga koordinasi erat bersama BPTD dan KSOP untuk merespons setiap perubahan operasional secara real-time.

ASDP mengimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk memantau informasi resmi dan mengikuti arahan petugas, melakukan pembelian tiket secara mandiri secara online, melalui aplikasi atau website Ferizy serta menghindari penggunaan jasa calo demi keamanan dan kenyamanan bersama.

 


Topik

Transportasi, ketapang gilimanuk, penyeberangan, kapal laut, selat bali,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette