Pelatihan Pupuk Organik Dorong Kemandirian Petani dan Pengelolaan Limbah Ternak di Situbondo

17 - Jul - 2025, 04:22

Mohammad Zaini, Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian Kabupaten Situbondo saat menghadiri kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik, Kamis (17/07/2025). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)


JATIMTIMES - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Situbondo terus berupaya meningkatkan kapasitas petani melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pelatihan pembuatan pupuk organik yang dilaksanakan di enam desa terpilih. 

Kegiatan ini difokuskan pada desa-desa dengan jumlah ternak terbanyak agar limbah ternak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga : Sejumlah Kades di Kabupaten Malang Diperiksa KPK, Buntut Kasus Korupsi Dana Hibah Pokmas Pemprov Jatim

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, dengan tujuan utama untuk mendorong kemandirian petani dalam penyediaan pupuk. 

"Pelatihan pembuatan pupuk organik ini bertujuan sebagai kemandirian pupuk bagi petani dan untuk peningkatan kapasitas petani dalam pengelolaan limbah ternak," ungkap Mohammad Zaini, SP, MMA, Kepala Bidang Penyuluhan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, Kamis (17/7/2025) usai menjadi pemateri pelatihan di Desa Tenggir, Kecamatan Panji, Situbondo.

Zaini menambahkan bahwa pelatihan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan sesaat, namun diharapkan dapat berkelanjutan. "Kami berharap, ke depan, para petani mampu menghasilkan pupuk sendiri dan bahkan menjadi pelaku usaha pupuk organik di Kabupaten Situbondo," ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan kotoran hewan seperti sapi, sebagai bahan baku utama pupuk organik menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan begitu, potensi limbah ternak yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

"Dengan banyaknya limbah ternak atau kotoran hewan, kita melihat peluang besar untuk mengubahnya menjadi pupuk organik. Ini tidak hanya berdampak baik bagi lingkungan, tapi juga bagi ketahanan ekonomi petani," tegas Zaini.

Pemilihan enam lokasi pelatihan didasarkan pada jumlah ternak yang dimiliki oleh warga desa. Desa-desa tersebut dipandang memiliki potensi besar dalam mendukung produksi pupuk organik berbasis limbah lokal. Dengan pendekatan ini, pelatihan diharapkan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap petani.

Baca Juga : Porprov Jatim 2025 Dongkrak Ekonomi di Malang, Penginapan Jadi Penyumbang Terbesar

Pelatihan ini juga sejalan dengan program nasional mengenai swasembada pangan dan ketahanan pangan. Dengan petani yang mandiri dalam penyediaan pupuk, produktivitas pertanian diharapkan meningkat tanpa tergantung pasokan dari luar.

Selain itu, pelatihan ini membuka peluang usaha baru di sektor pertanian, khususnya dalam produksi dan penjualan pupuk organik. "Jika pelatihan ini terus berlanjut dan didukung oleh berbagai pihak, maka akan tumbuh kelompok-kelompok usaha pupuk organik yang dikelola langsung oleh petani," tambah Zaini.

Dinas Pertanian Situbondo berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para petani peserta pelatihan, termasuk dalam aspek teknis pembuatan pupuk, manajemen usaha, dan pemasaran hasil produk.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan petani Situbondo dapat menjadi pelopor dalam praktik pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal secara mandiri dan berdaya saing.


Topik

Pemerintahan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Pemkab Situbondo, Kabupaten Situbondo, pelatihan, pupuk organik,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette