free web hit counter
Jatim Times Network
Beranda
Pendidikan

Kontribusi Nyata KKN Unikama, Dongkrak Potensi Desa Banjararum Lewat Pupuk Organik dan Abon Lele

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

09 - Sep - 2024, 16:31

Loading Placeholder
Mahasiswa Unikama melaksanakan KKN di Desa Banjararum (ist)

JATIMTIMES - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), menunjukkan kontribusi nyata melalui program kerja inovatif yang memberdayakan masyarakat. Melaksanakan KKN di Desa Banjararum, dua program kerja strategis diusung mahasiswa. 

Dua program unggulan ini adalah, pelatihan pembuatan pupuk dari kotoran kelinci dan abon lele. Dua program unggulan ini diusung lantaran melihat potensi adanya limbah dan hasil budidaya lele yang ada di Desa Banjararum belum termanfaatkan secara optimal.

Moch. Farid Andiyansya, Koordinator Desa Banjararum, Kordinator KKN Desa Banjararum, mengatakan, bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal dalam pengembangan usaha ramah lingkungan di desa tersebut. Tentu, dengan terkelolanya limbah dengan baik, berimbas pada keterjagaan lingkungan maupun berimbas pada kesejahteraan masyarakat dengan manfaat ekonomi yang didapat.

Baca Juga : Atlet Balap Sepeda Kota Blitar Raih Emas dan Perunggu di PON XXI Aceh-Sumut

 

"Selain memperoleh pengetahuan baru, warga setempat juga merasa lebih dekat dengan mahasiswa KKN, menciptakan kolaborasi yang harmonis antara kedua pihak," paparnya.

Pelaksanaan program kerja ini dimulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik dari kotoran Kelinci. Dalam prosesnya, mahasiswa memanfaatkan teknik fermentasi dalam pembuatan pupuk organik. Pupuk yang dihasilkan ini akan bermanfaat dalam menyuburkan tanaman. 

"Pelatihan ini dilakukan Agustus lalu, bertempat di posko utama KKN Unikama. Banyak pemuda-pemudi Dusun Tanjung berpartisipasi aktif dalam pelatihan ini," jelasnya. 

Pelatihan ini tentunya sangat nyata bermanfaat bagi masyarakat setempat. Tidak hanya memberikan solusi pengelolaan limbah organik. Kotoran kelinci yang semula dianggap sebagai limbah kini bisa diolah menjadi pupuk bernilai tinggi. 

3

Kemudian, pelatihan kedua adalah pembuatan Abon Lele. Hal ini menjadi upaya dalam pengolahan lele menjadi satu produk baru yang diharapkan menarik minat masyarakat. Terlebih, dengan pengolahan produk olahan lain berupa abon, tentu akan ada nilai tambah dengan citarasa dan daya simpan yang lebih lama.

Baca Juga : Begini Cara Picik BLK Menyusup ke Sejumlah Desa di Kabupaten Malang Guna Cari Mangsa

1

Rika Ramadina, Mahasiswa KKN Unikama menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut. Mahasiswa yang berpengalaman dalam pengolahan ikan ini, ingin menginspirasi masyarakat untuk berpikir lebih jauh tentang pengolahan hasil panen agar dapat memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar. 

Dengan pendekatan kreatif dan inovatif, mahasiswa KKN Unikama berharap dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.
 

Produk-produk seperti pupuk organik dan abon lele tidak hanya berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk mempromosikan produk lokal ke pasar yang lebih luas.

2

"Hasil panen lele, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang dapat menambah pendapatan warga. Lele yang sebelumnya dijual tanpa pengolahan kini bisa diproduksi menjadi abon yang bernilai ekonomi lebih tinggi," pungkasnya.


Topik



Media Terverifikasi Dewan Pers

Update Berita JatimTIMES Network

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News JatimTIMES atau bisa menginstall aplikasi Jatim Times News melalui tombol berikut:


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan

--- Iklan Sponsor ---