Ditolak PKL dan Jukir, Gate Parkir Alun-alun Batu Jalan Terus

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana

16 - Jul - 2025, 03:56

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batu Hendry Suseno.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Meski wacana pemasangan gate parkir elektronik di area Alun-alun Kota Batu mendapat respons penolakan dari juru parkir (Jukir) hingga PKL, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu menyebut realisasinya bisa dilakukan tahun 2025 ini. Dishub memastikan tidak ada yang dirugikan dengan penerapan gate parkir tersebut.

Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno menyampaikan, akan ada upaya sosialisasi lebih lanjut melibatkan seluruh stakeholder terkait kepada semua pihak yang bersinggungan. Termasuk masyarakat pengguna area alun-alun seperti ruko-ruko. Targetnya, pemasangan dilakukan pada akhir tahun ini.

Baca Juga : Bonus Atlet Peraih Medali Porprov Jatim IX Belum Cair, Ini Kata Koni Kota Batu

"Pasti bakal uji coba sebelum launching. Kita menampung aspirasi, tapi juga program ini sudah berdasarkan kajian sehingga tidak menimbulkan masalah lain ke depannya. Jika berjalan kondusif, eksekusi pemasangannya bisa dilakukan di bulan November atau Desember," ujar Hendry saat ditemui di kantornya, belum lama ini.

Hendry menyampaikan, rencana pemasangan gate parkir alun-alun sudah melalui kajian mendalam. Tujuannya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah dari retribusi parkir tepi jalan umum (TJU), serta memperbaiki tata kelola perparkiran di area wisata tersebut.

"Seluruhnya sudah melalui kajian, gapura e-parking juga sudah ada sejak era wali kota Bu Dewanti. Yang mana dieksekusi sekarang, kita upayakan maksimal dengan para jukir tetap dilibatkan menata parkir seperti sebelumnya. Tidak ada yang dirugikan," jelasnya.

Dia membeberkan, Gate Parkir Alun-alun akan dipasang dengan 3 akses pintu. Dengan 2 akses pintu masuk. Tepatnya pemasangan smart gate parking akan dilakukan di Jalan Munif, Jalan Sudiro Selatan, dan Jalan Sudiro Utara.

Dikatakan Hendry, pihaknya juga telah menerima audiensi paguyuban jukir, PKL, hingga dokar dan permainan alun-alun pasca aksi damai Selasa (15/7/2025) kemarin. Hendry berujar, anggapan dan kekhawatiran akan keruwetan akses alun-alun, kemacetan, hingga hilangnya mata pencaharian para jukir sudah ditampung dan dikaji.

Sehingga, penerapannya nanti tidak akan merugikan pihak-pihak terkait dan tetap menjadi solusi inovasi tata kelola parkir. Terlebih memaksimalkan pendapatan asli daerah yang selama ini capaiannya selalu jauh dari target.

Baca Juga : Yuk, Temukan Solusi Perizinan Usaha yang Praktis dan Aman Hanya di Legalmp.id!

"Ini salah satu inovasi mempertimbangkan segala hal aktivitas di alun-alun. Dan kami jamin tidak ada yang dirugikan. Misal jukir ada 15 kelompok koordinator dari 50 orang, semua akan dikerjasamakan dengan skema yang berlaku tetap 60-40 persen bagi hasil dengan pemerintah kota," tambahnya.

Hasil retribusi, sambungnya, juga secara tidak langsung kembali ke perbaikan sarana prasarana. Ia membenarkan jika dalam audiensi para juru parkir belum sepakat dengan gate parkir dengan kekhawatiran yang beragam.

"Saya rasa memang kekhawatiran berlebih saja. Upaya kita tetap ada tata kelola yang lebih baik. Nantinya dokar kita tempatkan khusus, jukir tetap bekerja, operasional dokar di mana, akan tetap ada," tutur dia.


Topik

Pemerintahan, gate parkir, alun alun kota batu, gate parkir alun alun, kota batu, pkl, jukir, dishub kota batu,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette