Tutup Bimtek, Wali Kota Malang Minta Relawan Mbois Kawal Koperasi hingga Tuntas

30 - Jun - 2025, 11:52

Walikota Malang Wahyu Hidayat menutup pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi Relawan Mbois yang resmi ditutup Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Minggu (29/06/2025) di Gedung Pascasarjana Unisma (ist)


JATIMTIMES – Pemerintah Kota Malang terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi. Salah satu langkah nyatanya adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perkoperasian bagi Relawan Mbois yang resmi ditutup Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Minggu (29/06/2025) di Gedung Pascasarjana Unisma.

Wali Kota menegaskan bahwa keberadaan relawan bukan sekadar pelengkap kegiatan, tapi elemen penting dalam mengawal koperasi di masing-masing kelurahan.

2

“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan, tetapi fasilitas penting agar masyarakat paham cara mengelola koperasi dengan benar. Harapan saya, ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di lapangan,” ujar Wahyu.

Baca Juga : Pimpin Apel Pagi, Ini Amanat Mbak Wali Vinanda di Momen Hari Keluarga Nasional ke-32 

Sebanyak 36 Ketua Relawan Mbois Koperasi dari berbagai kelurahan mengikuti pelatihan ini, dengan kehadiran peserta mencapai 80 persen dari total kelurahan di Kota Malang. Selama tiga hari, mereka dibekali pemahaman mendasar hingga praktik pengelolaan koperasi yang sehat dan transparan.

Dalam sambutannya, Wahyu juga menggarisbawahi keunggulan program koperasi di Kota Malang yang disebut belum ditemukan di daerah lain. “Hanya di Kota Malang yang punya konsep satu kelurahan satu notaris untuk mendampingi KMP (Koperasi Masyarakat Produktif). Ini bentuk keseriusan membangun koperasi sejak dari hulu,” jelasnya.

Ia berharap para relawan dapat mengawal jalannya KMP secara maksimal setelah mengikuti pelatihan ini. “Kami harap relawan bisa benar-benar mengawal KMP di lapangan. Tiga hari bimtek ini cukup jadi bekal awal, tapi proses pembelajaran tidak berhenti sampai di sini,” tambah Wahyu.

Wali Kota juga membuka ruang untuk pelatihan lanjutan agar relawan makin matang dalam hal legalitas dan operasional koperasi. Pihaknya berharap, relawan yang telah dibekali pengetahuan akan terus menjadi mitra aktif dalam membangun kemandirian ekonomi warga. “Koperasi bukan hanya organisasi simpan pinjam. Ia adalah gerakan ekonomi. Dan para relawan adalah penggeraknya,” paparnya.

1

Keterlibatan akademisi turut memperkuat pelaksanaan pelatihan ini. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unisma, Afifudin, SE., M.SA., Ak, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara kampus dan Pemerintah Kota Malang melalui program relawan Mbois.

“Saya berterima kasih diajak bekerja sama oleh Pemkot Malang. Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tapi bagian dari upaya menyiapkan SDM yang mampu mengelola koperasi secara profesional,” ungkap Afifudin.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi tahap awal yang penting dalam memahami berbagai aspek dasar koperasi, mulai dari legal formal, manajemen operasional, hingga simulasi rapat anggota. Meski berlangsung singkat, ia menilai pelatihan ini sudah memberi gambaran menyeluruh.

Baca Juga : Kondisi Terkini Jalur Malang-Lumajang Pasca Lumpuh Akibat Tertimbun Longsor

"Memang satu hari atau tiga hari belum cukup untuk menguasai seluruh kompetensi. Tapi ini langkah awal yang strategis. Ke depan, perlu ada pendalaman dan penguatan lanjutan,” tegasnya.

Afifudin juga menekankan pentingnya tata kelola koperasi yang akuntabel dan transparan, termasuk bagaimana melakukan analisis potensi ekonomi desa agar koperasi yang dibentuk benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kami siap mendampingi proses vokasi dan pembentukan koperasi secara menyeluruh. Ini bagian dari peran kampus dalam membangun ekonomi dari bawah,” tandasnya.

Bimtek ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat bisa membentuk ekosistem koperasi yang kokoh. Kota Malang pun menjadi salah satu pionir penguatan koperasi berbasis relawan, dengan dukungan teknis dan akademik yang terus diperluas.

 


Topik

Pemerintahan, Kota Malang, bimtek, koperasi merah putih, wahyu hidayat,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette