Pencarian Anak Hanyut di Sungai Brantas Malang secara Mandiri Masih Nihil

24 - Jun - 2025, 08:28

Petugas saat melakukan pencarian di Sungai Brantas. (Foto: Irsya Richa/JatimTIMES)


JATIMTIMES - Pasca Tim SAR gabungan secara resmi menutup pencarian operasi pencarian Nia Maulidia (10), bocah perempuan yang hanyut terbawa arus di Sungai Brantas wilayah Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang pada Minggu (22/6/2035), warga tetap bergerak melakukan pencarian hingga Rabu (25/6/2025).

“Operasi pencarian secara mandiri akan dilakukan selama tiga hari ke depan. Dimulai pada Senin (23/6/2025) hingga Rabu (25/6/2025),” ungkap Lurah Bumiayu, Mutho Shobiri.

Baca Juga : Kontingen Judo Banyuwangi Kirim 14 Atlet  Satu Pendamping Dalam Porprov Jatim IX

Pada pencarian secara mandiri ini melibatkan unsur relawan SAR Malang Raya. Kemudian melibatkan relawan. Hingga hari kedua pencarian tersebut masih belum mendapati hasil, Selasa (24/6/2025).

“Pencarian secara mandiri ini dilakukan tiga hari dulu dan harapannya korban bisa ditemukan. Untuk rutenya sama, sampai dengan Bendungan Sengguruh,” kata Mutho.

Dalam pencarian secara mandiri ini tetap dibagi dari jalur air dan darat. Untuk relawan SAR yang sudah berpengalaman tetap menyusuri sungai.

Hanya saja beberapa kendala masih jadi kendala dalam pencarian ini. Yakni karakter Sungai Brantas berarus deras, memiliki banyak jeram, dan bebatuan.

Kendala lainnya arus Sungai Brantas cenderung deras hingga debit air tinggi. Kemudian sampah dan tanaman rumpun bambu liar serta kontur sungai ini cenderung berbatu dan banyak jeram

Baca Juga : Legislator Jatim Dapil Surabaya Dukung Penuh Penerapan Jam Malam untuk Anak

Diberitakan sebelumnya, kejadian ini bermula saat tiga orang anak, yakni Nia, Novi, dan Ardi sedang bermain di sekitar sungai Brantas, Senin (16/6/2025). Warga sekitar sempat memperingatkan anak-anak tersebut agar tidak main di sungai, karena khawatir sampai hanyut atau tenggelam.

Kemudian mereka turun untuk mandi. Arus sungai yang deras pun membawa Nia dan Novi. Namun Novi berhasil menepi di pinggir sungai, sedangkan Nia dalam kondisi masih terbawa arus Sungai Brantas.

Sedang dihentikannya pencarian tersebut sesuai dengan aturan perundangan UU No 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan. Hal tersebut ditegaskan Koordinator Unit Siaga SAR Malang, Yoni Fariza. 


Topik

Peristiwa, Korban Tenggelam, tenggelam, sungai brantas, Kota Malang,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette