261 Petugas Diterjunkan, Pemkab Blitar Kawal Kurban Tetap Halal dan Sehat
Reporter
Aunur Rofiq
Editor
Dede Nana
28 - May - 2025, 07:51
JATIMTIMES – Di bawah naungan langit pagi yang cerah, Rabu 28 Mei 2025, halaman Pendopo Sasana Adi Praja menjadi saksi dimulainya misi tahunan yang krusial: memastikan Idul Adha di Kabupaten Blitar berlangsung aman, sehat, dan sesuai syariat. Bupati Blitar H. Rijanto secara resmi melepas 261 petugas pemeriksa kesehatan dan pemantau pemotongan hewan kurban yang akan disebar ke seluruh penjuru daerah.
Apel pelepasan ini menjadi penanda dimulainya pengawasan intensif terhadap lalu lintas hewan kurban serta pelaksanaan penyembelihan di desa-desa, kelurahan, hingga rumah potong hewan (RPH) yang ditunjuk. Hadir dalam apel tersebut jajaran pejabat kunci, mulai dari Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Pelaksana Tugas Ketua Baznas, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan, hingga Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat.
Baca Juga : Osing Kemiren Jaga Erat Ritual Tumpeng Sewu Banyuwangi
Bupati Rijanto, dalam sambutannya, menegaskan bahwa kesehatan hewan kurban bukan hanya soal teknis kedokteran hewan, melainkan menyangkut kepercayaan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Adha. Ia menyebut pemeriksaan kesehatan sebagai benteng awal dari potensi penyebaran penyakit berbahaya seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS).
“Kita ingin masyarakat merasa tenang dan yakin bahwa daging kurban yang mereka konsumsi tidak hanya halal secara syariat, tapi juga aman dan sehat secara medis,” ujar Rijanto dalam sambutan resminya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar, Eko Susanto, melaporkan bahwa ratusan petugas yang diterjunkan terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Sebanyak 89 orang berasal dari internal Dinas Peternakan dan Perikanan, 40 dokter hewan dari PDHI Cabang Jawa Timur VIII, 39 dari Paravetindo/Inseminator, dan 93 orang merupakan relawan masyarakat yang telah mendapat pelatihan khusus.
Eko menjelaskan, para petugas ini akan disebar ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar. Tiga titik utama pemotongan, yakni RPH Wlingi, Srengat, dan Kademangan, juga akan mendapat perhatian ekstra.
“Tugas mereka tidak hanya memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih, tapi juga memastikan distribusi daging dalam kondisi ASUH—Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” tutur Eko.
Bupati Rijanto juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada integritas dan profesionalitas para petugas di lapangan. Ia meminta agar setiap anggota tim menjaga netralitas, tidak tergoda kompromi dalam hal penilaian kesehatan hewan, serta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Ini adalah kerja pelayanan, bukan semata-mata rutinitas administratif. Tugas ini menyentuh langsung rasa aman umat dalam beribadah,” tegasnya.
Plt. Ketua Baznas Kabupaten Blitar, Ahmad Lazim, yang turut hadir dalam apel mengatakan, pihaknya menyambut baik langkah pemerintah daerah dalam memastikan aspek kesehatan dan kehalalan kurban. Menurutnya, upaya ini sejalan dengan prinsip-prinsip filantropi Islam yang menuntut kejelasan niat dan kejujuran dalam distribusi manfaat ibadah kurban.
Baca Juga : Malam Tasyakuran Hardiknas 2025: Pemkot Kediri Diganjar Kota dengan Residu Data Pendikan Terendah
Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada 6 Juni 2025, suhu pasar hewan mulai meningkat. Mobilitas sapi dan kambing dari luar daerah pun mulai terpantau. Dalam situasi seperti ini, kehadiran petugas menjadi instrumen vital untuk menyaring potensi bahaya dari luar.
Kabupaten Blitar yang dikenal sebagai salah satu lumbung ternak di Jawa Timur memang menjadi sorotan tiap menjelang Idul Adha. Lonjakan permintaan daging dan lalu lintas hewan yang padat tak jarang membuka celah penyebaran penyakit.
Dengan kesiapsiagaan 261 petugas yang telah dilepas, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap perayaan Idul Adha tahun ini tidak hanya khusyuk secara spiritual, tapi juga steril dari ancaman penyakit dan polemik kehalalan.
Kepada seluruh petugas, Bupati berpesan satu hal yang sederhana namun sarat makna: “Bekerjalah dengan hati dan akal sehat. Karena dari tangan Anda, masyarakat akan merasa aman merayakan kurban mereka.”
