Prediksi Cuaca Minggu, 25 Mei: Sebagian Wilayah Jatim Hujan Saat Dini Hari
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
25 - May - 2025, 07:14
JATIMTIMES - Jika kamu hendak bepergian di akhir pekan, Minggu (25/5/2025), pastikan untuk membawa peralatan hujan, seperti payung atau jas hujan. Berdasarkan prakiraan BMKG Juanda, sebagian wilayah di Jawa Timur diprediksi akan mengalami hujan merata, dengan intensitas ringan hingga lebat.
Adapun peluang hujan di wilayah Jatim didominasi pada dini hari. Sementara pada pagi hingga malam hari sebagian besar wilayah di Jatim diprediksi hujan ringan hingga cerah berawan.
Baca Juga : Alex Marquez Menang Sprint Race MotoGP di Inggris, Kalahkan Sang Kakak
“Sebagian kota/kab berpeluang hujan meski tidak merata pada dini hari” tulis akun resmi @infobmkgjuanda, dikutip Minggu (25/5/2025).
Berikut adalah prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Timur, Minggu (25/5/2025).
• Kota Surabaya hujan petir pukul 01.00
• Sidoarjo hujan petir pukul 01.00
• Gresik hujan petir pukul 01.00
• Lamongan hujan petir pukul 01.00
• Kota Mojokerto hujan ringan pukul 01.00
• Mojokerto hujan petir pukul 01.00
• Kota Madiun hujan ringan pukul 16.00
• Madiun hujan ringan pukul 16.00
• Magetan hujan ringan pukul 16.00
• Ponorogo hujan ringan pukul 16.00
• Pacitan hujan ringan pukul 16.00
• Trenggalek hujan ringan pukul 16.00
• Kota Malang hujan petir pukul 01.00
• Malang hujan petir pukul 01.00
• Kota Batu hujan petir pukul 01.00
• Kota Pasuruan hujan petir pukul 01.00
• Pasuruan hujan petir pukul 01.00
• Lumajang hujan petir pukul 01.00
• Kota Kediri hujan ringan pukul 16.00
• Kediri hujan ringan pukul 16.00
• Kota Blitar cerah berawan
• Blitar Kabupaten hujan ringan pukul 16.00
• Tulungagung hujan ringan pukul 16.00
• Nganjuk hujan ringan pukul 16.00
• Kota Probolinggo hujan petir pukul 01.00
• Probolinggo hujan petir pukul 01.00
• Bondowoso hujan petir pukul 01.00
• Situbondo hujan petir pukul 01.00
• Banyuwangi hujan petir pukul 01.00
• Jember hujan petir pukul 01.00
• Bojonegoro hujan ringan pukul 16.00
• Tuban hujan petir pukul 01.00
• Ngawi hujan sedang pukul 16.00
• Jombang hujan ringan pukul 01.00
• Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep hujan petir pukul 01.00
Demikian prediksi hujan di wilayah Jatim yang didominasi turun pada dini hari. Sedangkan pada pagi hingga malam, sebagian kota dan kabupaten hanya mengalami hujan ringan, bahkan cenderung cerah berawan.
Saat ini, BMKG menegaskan bahwa sebagian wilayah Jawa Timur memang sudah mulai memasuki musim kemarau, namun sebagian lainnya masih berada dalam masa peralihan.
"Wilayah Jawa Timur saat ini sebagiannya sudah ada yang memasuki musim kemarau dan sebagiannya lagi masih berada dalam fase masa peralihan," ungkap penjelasan tim BMKG Juanda.
Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa peningkatan curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukan karena belum masuk musim kemarau, melainkan adanya gangguan atmosfer yang datang silih berganti.
“Peningkatan curah hujan yang terjadi beberapa waktu terakhir lebih disebabkan karena adanya gangguan atmosfer seperti gelombang-gelombang MJO, gelombang Rossby, gelombang Kelvin, hingga low-frequency yang datang secara bergantian,” jelas BMKG.
Namun kondisi ini diperkirakan akan mulai menurun seiring masuknya bulan Juni. “Kondisi ini kami perkirakan akan cenderung menurun pada bulan Juni mendatang,” imbuhnya.
Sementara itu, BMKG Juanda juga menjawab keresahan publik yang mengeluhkan cuaca Mei tahun ini terasa lebih basah dibanding biasanya. Bahkan hujan masih terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir.
Baca Juga : Stok Beras RI Tembus 3,9 Juta Ton, Khofifah Pamer Jatim Produsen Padi Terbesar
“Jadi yang perlu kalian ketahui adalah perubahan pola cuaca dan iklim merupakan salah satu bentuk manifestasi dari dampak pemanasan global,” terang BMKG.
Menurut tim BMKG Juanda, peningkatan suhu bumi berpengaruh pada proses penguapan air yang semakin cepat dan masif. Hal ini berpotensi menimbulkan kondisi cuaca ekstrem, bahkan saat musim kemarau.
“Dengan terjadinya peningkatan suhu bumi maka laju penguapan air juga semakin banyak dan semakin cepat. Hal ini dapat meningkatkan kondisi ekstrem yang juga dimungkinkan terjadi pada musim kemarau. Jadi perubahan iklim itu bukan hanya mitos dan dampak perubahan pola cuaca dan iklimnya sudah kita rasakan sekarang,” jelas BMKG Juanda.
Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, BMKG Juanda kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan.
“Gunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan, hindari paparan matahari langsung terlalu lama, serta bijak menggunakan air bersih,” imbau BMKG.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran seperti membakar sampah sembarangan atau membuang puntung rokok di area terbuka.
BMKG juga mengingatkan seluruh pihak terkait dan masyarakat agar terus memonitor perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi INFO BMKG, akun sosial media resmi, maupun call center 196.
