Akhir Gelombang I, Kloter 50 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Masuk Asrama
Reporter
Muhammad Choirul Anwar
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
15 - May - 2025, 08:32
JATIMTIMES - Asrama Haji Embarkasi Surabaya menerima kedatangan kelompok terbang (kloter) 50 pada Kamis (15/5/2025). Kedatangan kloter 50 menandai akhir kedatangan kloter Gelombang I di asrama haji.
Kloter Gelombang I adalah kloter yang menuju Madinah terlebih dahulu sebelum berangkat menuju Makkah. Sesuai jadwal keberangkatan, kloter 50 akan terbang menuju Madinah pada Jumat (16/5/2025) pukul 17.00 WIB dengan nomor penerbangan SV 5711.
Baca Juga : Begini Upaya Pemkot Kediri Cegah Genangan Air di Beberapa Ruas Jalan di Kota Kediri
Kloter berikutnya, kloter 51 hingga 97 yang merupakan kloter Gelombang II akan terbang menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah untuk selanjutnya menuju Makkah Al Mukarromah.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Sugiyo
ada tiga kloter terakhir dari gelombang I yang masuk asrama haji pada hari ini, yaitu kloter 48, 49, dan 50. Dengan begitu, lanjutnya, sebanyak 47 kloter telah diberangkatkan dari Embarkasi Surabaya.
“Alhamdulillah, hingga hari ini, Kamis, 15 Mei 2025, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 47 kloter ke Tanah Suci yakni sebanyak 17.836 orang yang terdiri dari jemaah dan petugas kloter. Kalau dalam persen sekitar 47 persen,” terang Sugiyo, Kamis (15/5/2025).
Lebih lanjut, ia memberikan sejumlah catatan berdasarkan evaluasi pelaksanaan Gelombang I. Sugiyo berpesan kepada para jemaah, khususnya para lanjut usia (lansia) untuk mempersiapkan dan menjaga kesehatannya sebaik mungkin.
“Ibadah haji merupakan rangkaian perjalanan panjang. Proses pemberangkatan dari rumah menuju Tanah Suci membutuhkan energi yang luar biasa karena itu kami imbau kepada para jemaah, khususnya lansia untuk menjaga kesehatan supaya perjalanan ibadah hajinya lancar dan jangan sampai gagal berangkat,” serunya.
Ia juga berpesan pada jemaah haji terkait pelaksanaan sistem kesamaan syarikah sebagai dasar menentukan kloter.
Baca Juga : Miris! 36 Anak Jadi Pelaku Tindak Pidana di Kota Batu Selama Tiga Tahun Terakhir
“Baru tahun ini kita menerapkan system syarikah, kami harap para jemaah untuk bersabar dalam menghadapi dinamika-dinamika yang terjadi. Intinya harus sabar. Insya Allah dengan kesabaran itu, para jemaah dapat meraih segala kebaikan khususnya haji yang mabrur,” tuturnya.
Melansir laman Kementerian Agama (Kemenag) RI, syarikah adalah mitra resmi Pemerintah Arab Saudi yang bertugas memberikan layanan kepada jemaah haji, termasuk akomodasi, konsumsi, transportasi, dan pergerakan selama di Tanah Suci, terutama di fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Tahun ini Indonesia menggunakan 8 syarikah.
Tujuan utama dari penerapan sistem syarikah ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan, karena pelaksanaannya dilakukan oleh pihak swasta yang lebih kompetitif dan fokus pada pelayanan pelanggan.
