Wali Kota Malang: Munas APEKSI Jadi Momen Transisi Kepemimpinan Paska Pemilu
Reporter
Riski Wijaya
Editor
Dede Nana
09 - May - 2025, 01:19
JATIMTIMES - Musyawarah Nasional (Munas) VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) telah resmi dibuka pada, Kamis (9/5/2025) kemarin. Kegiatan yang digelar dengan tajuk 'Dari APEKSI untuk Negeri' itu dilangsungkan di Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung pada 6-10 Mei 2025 ini menjadi momen penting dalam menyelaraskan visi misi pemerintah kota dengan arah pembangunan nasional. Selain itu juga untuk memperkuat solidaritas antar wali kota se-Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Baca Juga : SPMB 2025 Kota Blitar Dibuka: Seleksi Lebih Terstruktur, Akses Pendidikan Diperluas
Menurut Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa Munas APEKSI ini menjadi moment penting di tengah transisi kepemimpinan nasional dan daerah paska pemilu 2024.
Dengan arah kebijakan baru di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, termasuk program Asta Cita Presiden RI, pemerintah kota kini tengah mempersiapkan implementasi program-program strategis.
Wahyu lantas berharap agar Munas VII APEKSI ini menjadi ajang konsolidasi yang dapat menghasilkan solusi nyata atas permasalahan kota. "Munas ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus konsolidasi antar pemerintah kota di seluruh Indonesia,” ujar ujar Wahyu
Selain itu, ia juga berharap agar APEKSI nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara. Sehingga dapat sejalan dengan tema Munas, yakni Dari APEKSI untuk Negeri. Sebab di dalamnya, juga banyak hal penting dibahas, mulai dari penguatan regulasi hingga penyesuaian program-program pusat yang harus diimplementasikan di daerah.
“Alhamdulillah, melalui sinergi ini kita bisa memahami dan mendiskusikan tantangan masing-masing kota, sehingga solusi yang diambil lebih tepat sasaran. APEKSI menjadi wadah penting yang membuat pemerintah kota semakin solid dan dipercaya masyarakat,” tutur Wahyu.
Selama lebih dari dua dekade, APEKSI telah menjadi garda terdepan dalam mendukung optimalisasi otonomi daerah. Selain itu juga upaya memperkuat kapasitas pemerintah kota.
Munas kali ini tidak hanya menjadi forum pengambilan kebijakan dan evaluasi organisasi. Namun juga memperkuat komitmen untuk membangun kota yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan demi menyongsong Indonesia Emas 2045
Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya sinergi antar wali kota sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam mewujudkan program nasional.
Baca Juga : Paus Robert Francis Prevost Pilih Nama Leo XIV, Ini Alasannya
"Visi dan misi kota harus selaras dengan RPJMN (Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional) sebagai bagian dari visi Presiden RI. Ketika Presiden berbicara soal stunting, maka pemerintah kota juga harus bergerak dalam arah yang sama. Di sinilah garis lurus antara APEKSI dan pemerintah pusat terbentuk,” ujar Eri.
Eri juga menyoroti pentingnya penguatan program seperti Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih di seluruh daerah. Hal itu merupakan bentuk konkret membangun kolaborasi lintas kota dan memperkuat perekonomian lokal.
"Ini adalah kekuatan besar. Jika kita bergerak bersama, kemiskinan dan stunting dapat kita atasi,” tegasnya.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya, dalam sambutannya menyampaikan pesan Mendagri agar pemerintah kota terus berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan penciptaan lapangan kerja.
Eri juga menyoroti tantangan kapasitas fiskal daerah yang perlu diperkuat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. “98 kota di Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi fiskalnya agar lompatan besar menuju 2045 bisa tercapai,” katanya.
