Wamendagri Bima Arya Tinjau Potensi Kota Blitar, Dorong Inovasi Wisata dan Ekonomi Kreatif

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

Yunan Helmy

01 - May - 2025, 07:01

Wamendagri Bima Arya bersama Wali Kota Blitar Mas Ibin tampak serius berdiskusi sejarah saat menelusuri peninggalan Bung Karno di Istana Gebang, Kota Blitar. (Foto: Bagian Umum Setda Kota Blitar)


JATIMTIMES - Langit Kota Blitar siang itu tampak bersih, seolah menyambut langkah Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya yang datang menziarahi pusara Bung Karno pada Kamis (1/5/2025). Di bawah rindangnya pepohonan kompleks makam Sang Proklamator, Bima berdiri khidmat. Bukan sekadar penghormatan, kedatangannya juga membawa satu pesan penting: potensi Kota Blitar tak boleh hanya menjadi cerita masa lalu.

Kunjungannya kali ini tidak mengundang banyak protokol. Hanya Wali Kota Blitar H Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba, dan Ketua TP PKK Kharisa Rizqi Umami Muhibbin yang mendampingi.Sementara dari kalangan legislatif, hadir anggota DPRD Jawa Timur Hery Romadhon dan Abdullah Abu Bakar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blitar Susi Narulita, serta anggota DPRD Kota Blitar M. Raihan Tsany.

Baca Juga : Bupati Malang Usul Stop Impor, Tanggapi Keluhan Peternak Terkait Penjualan Kambing Anjlok

 Suasana sederhana itu justru membuat diskusi mengalir ringan. "Saya sudah lama sekali tidak berziarah ke sini, terakhir saat masih SD," ucap Bima, sesaat setelah menabur bunga.

Namun nostalgia itu segera ditautkan dengan visi ke depan. Dalam pandangan Bima, Kota Blitar tidak hanya menyimpan nilai sejarah nasional, tetapi juga menyimpan energi besar untuk melompat ke masa depan. Kota ini, menurut dia, memiliki modal kuat berupa warisan sejarah, potensi budaya, hingga ekonomi kreatif yang siap diolah dengan pendekatan baru.

Bima menyinggung kunjungannya ke Istana Gebang—rumah masa kecil Bung Karno yang kini menjadi situs wisata sejarah. Ia mengapresiasi rencana Pemerintah Kota Blitar dalam memanfaatkan lahan sekitar kawasan itu untuk mengembangkan wisata sejarah yang inovatif. "Ini bisa menjadi inspirasi untuk kunjungan skala internasional. Tapi syaratnya, visualisasi sejarahnya harus menarik. Teknologi harus hadir di dalamnya," katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai leluhur, namun juga mengemasnya dengan bahasa kekinian. “Nilai-nilai sejarah ini bukan hanya untuk wisata, tapi juga untuk membekali perjalanan bangsa,” ujar Bima. 

Bagi wamendagri,  Kota Blitar bisa menjadi episentrum wisata sejarah yang hidup dan inspiratif—bukan museum statis yang hanya jadi tempat singgah.

Potensi lain yang tak luput dari perhatiannya adalah sektor ekonomi kreatif. Di Sentul, Bima menyaksikan geliat para pengrajin kendang jimbe yang telah menembus pasar ekspor. Ia menilai, perlu ada dorongan lebih dari pemerintah pusat dan daerah agar produk UMKM seperti ini tidak hanya bertahan, tapi juga mendunia. "Blitar punya kualitas. Tinggal bagaimana kita kemas dan fasilitasi untuk naik kelas," ucapnya.

Tak hanya produk seni. Agrowisata juga menjadi perhatian. Di Karangsari, agrowisata belimbing menjadi bukti bahwa pertanian dan pariwisata bisa berjalan beriringan. Masyarakat lokal menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Bima menyebut pendekatan semacam ini sebagai model pembangunan inklusif yang perlu diperluas.

Baca Juga : Ombudsman Dorong Pemerintah Kembangkan Peternakan, Upaya Stop Impor Daging Domba dan Karkas

Wali Kota Blitar Mas Ibin menyambut baik dukungan dan pandangan wamendagri. Dalam pernyataannya, ia menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menjaga warisan sejarah sembari mendorong roda ekonomi lokal. “Kami akan terus berupaya melestarikan nilai-nilai sejarah dan budaya serta mengembangkan potensi ekonomi lokal secara inklusif,” kata Mas Ibin, singkat namun mantap.

Kunjungan kerja wakil menteri dalam negeri ini menjadi angin segar bagi Kota Blitar. Tak hanya memperkuat koordinasi antara pusat dan daerah, namun juga memberi suntikan semangat untuk terus berinovasi. Blitar tidak lagi hanya kota peristirahatan Bung Karno, tapi kota yang terus menulis bab-bab baru dalam sejarahnya sendiri.

Sejarah yang dulu membentuk negeri ini, kini kembali memanggil. Dan Kota Blitar, dengan segala potensinya, menjawab panggilan itu dengan kepala tegak.

 


Topik

Pemerintahan, Wamendagri, Kota Blitar, potensi kota, wisata, ekonomi kreatif, Bima Arya,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette