Kenali Penyebab Demam pada Bayi, PAFI Berikan Informasi Pengobatan

Reporter

Pipit Anggraeni

Editor

Redaksi

21 - Apr - 2025, 11:19

Ilustrasi (Foto oleh Yuto@photography dari Freepik)


JATIMTIMES - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada bayi, salah satunya yang sering dialami adalah demam. Ketika suhu tubuh pada bayi meningkat di atas normal ( 36,4°C), bayi akan merasakan panas yang berlebihan terutama pada bagian kening, punggung, atau perut. Suhu tubuh bayi biasanya demam saat mencapai 38°C, sehingga membutuhkan pengobatan dengan segera. Prevalensi demam pada bayi berkisar 1,5%.

PAFI dengan alamat website https://pafidairikab.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berupaya untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Hal ini memiliki tujuan untuk dapat selalu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.

Baca Juga : Tanaman Obat untuk Cacingan pada Anak yang Terbukti Ampuh Menurut Penelitian

Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab demam pada bayi, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.

Apa saja faktor utama penyebab terjadinya demam pada bayi?

Pada umumnya, pada bayi berusia 0 sampai 60 hari, demam bisa menjadi tanda infeksi serius karena sistem imun bayi yang belum matang, sehingga perlu penanganan khusus dan pengawasan ketat. Namun, pada umumnya demam pada bayi adalah respons alami tubuh terhadap infeksi dan bisa diatasi dengan perawatan di rumah kecuali jika disertai tanda-tanda bahaya. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya demam pada bayi yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya infeksi virus

Infeksi virus merupakan penyebab paling umum terjadinya demam pada bayi. Virus seperti influenza, rhinovirus (penyebab pilek), adenovirus yang sering menyerang saluran pencernaan bayi. Ketika virus memasuki tubuh, sistem kekebalan bayi akan merespons dengan meningkatkan suhu tubuh untuk melawan virus tersebut. Demam yang muncul biasanya disertai gejala lain seperti pilek, batuk, muntah, diare, atau ruam kulit. 

2. Adanya infeksi bakteri

Selain virus, infeksi bakteri juga bisa menyebabkan demam pada bayi. Infeksi bakteri yang sering terjadi meliputi infeksi saluran kemih (ISK), infeksi telinga tengah (otitis media), pneumonia, meningitis, dan infeksi kulit. Infeksi bakteri cenderung menyebabkan demam yang lebih tinggi dan berlangsung lebih lama dibandingkan infeksi virus. Bayi dengan infeksi bakteri biasanya menunjukkan tanda-tanda lain seperti rewel terus-menerus, nafsu makan menurun, sulit bernapas, atau tampak sangat lemas. 

3. Reaksi setelah imunisasi

Demam juga bisa muncul sebagai efek samping setelah bayi menerima vaksinasi. Ini adalah reaksi normal tubuh terhadap vaksin yang bertujuan merangsang sistem kekebalan agar mengenali dan melawan penyakit tertentu di masa depan. Biasanya demam muncul dalam 12-24 jam setelah imunisasi dan berlangsung selama 1-3 hari. Demam pasca imunisasi biasanya ringan hingga sedang dan disertai gejala lain seperti kemerahan atau bengkak di tempat suntikan, serta bayi menjadi rewel atau lesu. Meskipun demikian, demam ini biasanya tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah.

4. Faktor lingkungan dan pakaian

Suhu tubuh bayi juga bisa meningkat akibat faktor eksternal seperti cuaca panas atau pakaian yang terlalu tebal. Bayi belum mampu mengatur suhu tubuhnya seefektif orang dewasa, sehingga mereka lebih mudah mengalami peningkatan suhu tubuh jika terlalu panas. Misalnya, bayi yang dibungkus dengan pakaian berlapis-lapis atau selimut tebal di lingkungan yang hangat dapat mengalami peningkatan suhu tubuh yang tampak seperti demam. Namun, kondisi ini bukan demam sebenarnya dan suhu akan kembali normal setelah bayi didinginkan atau diganti pakaian yang lebih ringan.

5. Sistem imun bayi yang belum matang

Sistem kekebalan bayi, terutama pada usia kurang dari 3 bulan, masih dalam tahap perkembangan dan belum sekuat orang dewasa. Hal ini membuat bayi lebih rentan terhadap berbagai infeksi yang dapat memicu demam. 

Baca Juga : 7 Fakta Menarik Jamu Tradisional untuk Mengurangi Depresi yang Perlu Kamu Tahu

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati demam pada bayi?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari demam pada bayi. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala demam pada bayi serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Parasetamol

Parasetamol adalah obat penurun demam dan pereda nyeri yang paling sering digunakan dan dianggap aman untuk bayi. Parasetamol bekerja dengan menurunkan produksi prostaglandin di otak yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh. Parasetamol dapat diberikan oleh apoteker pada bayi mulai usia 2 bulan ke atas (tergantung produk dan dosis). Dosis parasetamol biasanya dihitung berdasarkan berat badan bayi, sekitar 10-15 mg/kg berat badan per dosis, diberikan setiap 6-8 jam. 

2. Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID) yang juga efektif menurunkan demam sekaligus meredakan peradangan dan nyeri. Ibuprofen biasanya dianjurkan untuk bayi usia 6 bulan ke atas. Penggunaan pada bayi di bawah 6 bulan harus dengan resep langsung dari apoteker. Dosis ibuprofen biasanya 5-10 mg/kg berat badan per dosis, diberikan setiap 6-8 jam.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi demam pada bayi adalah berikan ASI atau susu formula lebih sering untuk mencegah dehidrasi. Selain itu, berikan pakaian yang ringan dan tidak terlalu tebal agar panas tubuh mudah keluar. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

Dapatkan informasi kesehatan serta layanan farmasi gratis dengan mengunjungi pafidairikab.org  melalui smartphone Anda.


Topik

Kesehatan, pafi, dunia kesehatan, kesehatan,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette