Viral! Demo Tolak UU TNI di Lumajang Ricuh, Mahasiswa Diduga Alami Kekerasan oleh Aparat
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
25 - Mar - 2025, 04:20
JATIMTIMES - Sebuah video yang memperlihatkan aksi dugaan kekerasan oleh aparat terhadap demonstran di Lumajang viral di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @lumajangsatu, Selasa (25/3/2025), tampak sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aksi penolakan revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) diduga mendapat tindakan represif dari oknum aparat.
"Viral, video mahasiswa saat menggelar aksi demo penolakan revisi UU TNI terbaru mendapat tindakan represif kekerasan dari oknum aparat di depan Gedung DPRD Lumajang," tulis akun tersebut pada Selasa (25/3/2025) unggahannya.
Dalam video tersebut, tampak seorang demonstran berbaju hitam dipiting lehernya oleh pria berseragam loreng. Mahasiswa tersebut tampak berusaha melawan ketika hendak dibawa, tetapi tetap dipaksa bergerak. Hingga mahasiswa itu terjatuh, namun diduga bagian tubuhnya malah diinjak oleh pria berseragam loreng.
Selain itu, di video yang sama juga menunjukkan seorang demonstran lain yang berhasil melewati pagar gedung DPRD Lumajang. Namun demonstran itu terlihat diseret secara kasar oleh beberapa polisi. Saat dalam posisi duduk, baju mahasiswa itu ditarik dari belakang dan diseret secara kasar.

Momen aparat diduga menginjak atau menendang bagian tubuh demonstran. (Foto: Instagram)
Aksi ini langsung menuai kecaman di media sosial. Banyak warganet menilai tindakan aparat terhadap para mahasiswa terlalu berlebihan.
Usut punya usut, demo yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa Lumajang Bergerak di depan Gedung DPRD Lumajang itu awalnya berlangsung damai, pada Senin (24/3/2025). Namun, situasi mulai memanas ketika mahasiswa membakar ban sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah.

Momen demonstran ditarik oleh aparat. (Foto: istimewa)
Kericuhan semakin menjadi-jadi ketika mahasiswa melempar kayu ke arah petugas usai dihalangi masuk ke Gedung DPRD. Respons aparat pun dianggap berlebihan. Kayu yang dilempar mahasiswa ditangkap dan justru dipukulkan kembali ke arah mereka.
Tak terima dipukul, mahasiswa kemudian memanjat pagar Gedung DPRD dan melompat ke arah aparat. Namun, aksi nekat itu justru berujung fatal. Mahasiswa yang melompat langsung menjadi bulan-bulanan aparat.
Video yang viral beredar di media sosial itu diduga menunjukkan kejadian saat mahasiswa tak terima dipukul menggunakan kayu oleh petugas hingga menerobos pagar Gedung DPRD.
Hingga kini, media ini masih berupaya mengonfirmasi kepada pihak berwenang soal dugaan adanya kekerasan terhadap mahasiswa yang demo menolak UU TNI di Lumajang.
