RSSA Malang Terima Enam Pasien Peserta Demo Tolak UU TNI, Lima Orang Pulang, Satu Masih Dirawat
Reporter
Hendra Saputra
Editor
Dede Nana
24 - Mar - 2025, 01:43
JATIMTIMES - Aksi demo tolak UU TNI didepan Gedung DPRD Kota Malang berakhir ricuh. Setidaknya, enam orang dilaporkan hingga dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sub Koordinator Hukum, Humas, dan Ketertiban RSSA Malang, Dony Iryan Vebry Prasetyo membenarkan pihaknya menerima pasien dari aksi demo tersebut. Seperti diketahui, aksi tersebut mengakibatkan sejumlah peserta aksi hingga petugas mengalami luka.
Baca Juga : Libatkan Perbankan Permudah Pembayaran Digital
“Iya, benar. Jadi pada Minggu (23/3/2025) malam kemarin, kami telah menerima 6 pasien (pasien dari massa aksi),” kata Dony, sapaan akrab Dony Iryan Vebry Prasetyo, Senin (24/3/2025).
Keenam pasien tersebut mendapatkan penanganan medis secara langsung ketika tiba di RSSA Malang. Dan beberapa diantaranya telah pulang.
“Yang hari ini, tinggal satu pasien masih dirawat. Sedangkan kelima lainnya, sudah diperbolehkan pulang,” terang Dony.
Dony mengaku kondisi pasien yang menjadi peserta aksi masih dalam kondisi baik. Ia mengaku tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan.
“Satu pasien tersebut masih dirawat dengan keadaan umum baik. Perlu ada perawatan di bagian sekitar mulut,” tukas Dony.
Baca Juga : 5 Rekomendasi Masjid di Kota Malang untuk Itikaf dan Qiyamullail di 10 Malam Terakhir Ramadan
Seperti diberitakan sebelumnya, aksi demo tolak UU TNI yang dilakukan massa turun ke jalan didepan Gedung DPRD Kota Malang berakhir ricuh, Minggu (24/3/2025) malam.
Dalam aksi yang berakhir ricuh dengan aparat keamanan itu, massa berhasil menjebol pagar sisi utara gedung DPRD Kota Malang. Setelah itu, mereka membakar salah satu pos keamanan gedung DPRD Kota Malang dan satu pos lainnya dirusak hingga atapnya rusak parah. Sementara, sebagian sisi gedung DPRD Kota Malang juga dibakar. Beruntung, api cepat dipadamkan oleh Damkar Kota Malang.
