Pesawat Terbang Listrik Ini Cuma Habiskan Rp 88 Ribu untuk Terbang 27 Menit

23 - Aug - 2026, 06:31

Potret pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia sukses melakukan penerbangan perdana. (foto: heartaerospace.com)


JATIMTIMES - Pesawat listrik bertenaga baterai terbesar di dunia sukses melakukan penerbangan perdana. Pesawat eksperimental X1 milik startup Swedia, Heart Aerospace, terbang selama 27 menit dengan konsumsi listrik yang diklaim hanya sekitar US$ 5 atau setara Rp 88 ribu.

Penerbangan perdana tersebut berlangsung pada Rabu (12/8/2026) di wilayah utara New York, Amerika Serikat (AS). X1 lepas landas dari Bandara Internasional Plattsburgh saat matahari terbit.

Baca Juga : Ramai Ajakan Pindah Saldo Mandiri Buntut Rekening Aktivis Demo Diblokir

Dengan menggunakan sistem propulsi listrik, X1 mengudara selama 27 menit dan mencapai ketinggian sekitar 335 meter atau 1.100 kaki di atas permukaan tanah. Pesawat kemudian berbelok dan kembali mendarat di landasan.

Seluruh penerbangan tersebut menggunakan tenaga baterai. Heart Aerospace menyebut energi listrik yang digunakan untuk penerbangan perdana itu bernilai kurang dari US$ 5.

"Dengan penerbangan perdana X1, Heart Aerospace telah mendemonstrasikan penerbangan listrik dalam skala pesawat komersial," kata Pendiri sekaligus CEO Heart Aerospace Anders Forslund dalam keterangannya, dikutip dari IFL Science, Minggu (23/8/2026).

Penerbangan X1 menjadi terobosan istimewa bagi Heart Aerospace, terutama dalam mengembangkan teknologi pesawat listrik untuk penerbangan komersial.

Forslund menilai penggunaan tenaga listrik berpotensi menekan biaya perjalanan udara. Menurutnya, teknologi tersebut bahkan dapat mengubah perekonomian industri penerbangan secara fundamental.

Selain persoalan biaya, pesawat bertenaga listrik juga dikembangkan sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbon dari sektor penerbangan.

Teknologi tersebut dinilai semakin menarik di tengah meningkatnya biaya bahan bakar akibat gejolak geopolitik di kawasan Timur Tengah. "Ini adalah visi kami untuk membuat perjalanan udara lebih terjangkau, lebih sering, dan lebih ramah lingkungan," tambah Forslund.

X1 memiliki bentang sayap sepanjang 32,3 meter. Pesawat tersebut mampu menopang berat maksimum 11.339 kilogram saat lepas landas.

Meski menjadi pesawat listrik bertenaga baterai terbesar yang telah melakukan penerbangan perdana, X1 bukanlah produk komersial yang nantinya akan mengangkut penumpang.

Pesawat tersebut merupakan model eksperimental yang dikembangkan Heart Aerospace untuk menguji dan menyempurnakan teknologi sebelum diterapkan pada ES-30.

Baca Juga : Rekomendasi Ramen di Kota Malang yang Ramah di Kantong, Cocok untuk Mahasiswa dan Anak Kos

ES-30 merupakan pesawat yang lebih besar dan ditargetkan menjadi produk komersial Heart Aerospace untuk penerbangan penumpang mulai 2031.

Saat ini, pengembangan ES-30 dilakukan di Los Angeles. Uji terbang perdana pesawat tersebut ditargetkan berlangsung pada 2028.

Proyek pengembangan ES-30 juga mendapat dukungan dari sejumlah investor dan perusahaan penerbangan besar, termasuk Air Canada dan United Airlines.

Kedua maskapai tersebut menyatakan minat untuk memasukkan ES-30 ke dalam armada komersial mereka apabila rangkaian pengujian dan pengembangannya berhasil.

"Transisi energi untuk penerbangan akan membutuhkan berbagai upaya, mulai dari efisiensi operasional, bahan bakar penerbangan berkelanjutan, dan pengembangan teknologi pesawat baru," kata CFO Air Canada John Di Bert.

Sementara itu, CFO United Airlines Michael Leskinen menilai pesawat komersial listrik memiliki peluang untuk memberikan manfaat bagi penumpang sekaligus perusahaan.

"Pesawat komersial listrik memiliki potensi nyata untuk memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi penumpang sekaligus memperkuat bisnis kami," kata Michael Leskinen.


Topik

Tekno, Swedia, Heart Aerospace, Pesawat Listrik,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette