Viral Foto Prabowo Dibentang Penerjun di HUT RI, Mirip 'The Big Brother' di Novel 1984

Reporter

Binti Nikmatur

Editor

Yunan Helmy

19 - Aug - 2026, 08:54

Potret penerjun membentangkan wajah Presiden Prabowo Subianto saat perayaan HUT Ke-81 RI. (Foto: Threads)


JATIMTIMES - Bentangan bergambar Presiden Prabowo Subianto yang dibawa penerjun Kopassus dalam atraksi HUT Ke-81 Kemerdekaan RI masih menjadi sorotan. Kreator konten Adziqa Ammara menilai penggunaan foto presiden dalam pertunjukan tersebut perlu dikritisi.

Adziqa melalui akun Instagram pribadinya mengungkap bahwa aksi penerjun membawa foto Prabowo ternyata bukan kali pertama  dilakukan. Menurut dia, aksi serupa juga pernah terlihat dalam peringatan HUT Bhayangkara pada 2025 dan 2026.

Baca Juga : Awal Bulan Maulid, Ini Bacaan Doa Rabiulawal Lengkap dengan Terjemahannya

"Ternyata aksi terjun payung pake foto Prabowo itu bukan pertama kali," kata Adziqa. "Kalian pasti tau momen viral HUT RI 81 kemarin. Yang foto Prabowo dibentangin di atas langit sama para penerjun payung," sambungnya.

Dia menyebut setidaknya sudah tiga kali foto Prabowo dibawa dalam aksi terjun payung. "Ternyata hal ini udah pernah dilaksanain juga di HUT Bhayangkara tahun 2025 dan 2026. Jadi seenggaknya udah ada 3 kali, tapi gak tau ya kalo lebih," ujarnya.

Adziqa kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan novel 1984 karya George Orwell. Dia menyoroti penggambaran sosok pemimpin yang wajahnya terpampang di berbagai tempat dalam cerita tersebut.

"Jujur ini mengingatkan gue sama bukunya George Orwell, 1984. Dimana wajah The Big Brother itu dipampang di semua tempat, di mana-mana," kata Adziqa.

Menurut dia, figur pemimpin dalam novel tersebut menjadi personifikasi kekuasaan dan negara. Ia kemudian mengingatkan pentingnya masyarakat tetap kritis terhadap simbol-simbol yang ditampilkan dalam ruang publik.

"Sampai figur ini (The Big Brother) jadi personifikasi dari kekuasaan dan negara itu. Kalau di bukunya sih ini adalah salah satu cara rezim untuk mempertahankan kontrol dan membangun loyalitas terhadap kekuasaan," ujarnya.

"Jadi menurut gue kita harus mulai cukup sensitif dan waspada sih sama isu-isu kayak gini," sambung Adziqa.

Adziqa juga menyoroti pernyataan pembawa acara atau MC dalam atraksi tersebut yang menyebut foto Prabowo sebagai simbol kehormatan dan kebanggaan bangsa.

Dia kemudian mempertanyakan alasan wajah seorang individu digunakan untuk merepresentasikan kehormatan dan kebanggaan bangsa.

"Apalagi kemarin MC-nya itu menyebut foto Prabowo sebagai simbol kehormatan dan kebanggaan bangsa," tuturnya.

"Ini merupakan sebuah simbol kehormatan dan kebanggaan bangsa di bawah tinggi di langit Indonesia," demikian pernyataan MC yang dikutip Adziqa.

Menurut Adziqa, Indonesia telah memiliki simbol-simbol negara yang dapat merepresentasikan identitas bangsa, seperti Garuda Pancasila dan Bendera Merah Putih.

"Pertanyaannya kenapa kehormatan dan kebanggaan bangsa harus direpresentasikan dengan wajah seorang individu?" katanya.

"Kan kita, negara kita ini punya simbol negara. Garuda Pancasila, bendera merah putih, itu aja udah cukup kok," lanjutnya.

Baca Juga : Belanja dan Infrastruktur Belum Optimal, Dewan: Ruang Fiskal Kota Malang Masih Bisa Digenjot

Adziqa kemudian mengingatkan agar masyarakat membedakan antara menghormati seorang pemimpin dengan mengagungkan sosok pemimpin.

"Presiden itu pejabat negara, bukan simbol negara. Kita harus tahu batasan antara menghormati pemimpin dan mengagungkan pemimpin," ujarnya.

Menurut dia, seorang pemimpin dalam negara demokrasi semestinya tetap dapat diawasi dan dikritik. "Karena dalam negara demokrasi, pemimpin itu bukan untuk dipuja, tapi diawasi, dikritik, dan diminta pertanggung jawaban," kata Adziqa.

"Bukan sama sekali diposisikan sebagai orang yang merepresentasikan kehormatan dan kebanggaan bangsa," sambungnya.

Sebelumnya, atraksi terjun payung prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI dalam peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), menjadi perhatian publik.

Para penerjun melakukan aksi dari ketinggian belasan ribu meter sambil membawa sejumlah bendera. Mereka kemudian membentuk formasi di udara dengan membawa Sang Saka Merah Putih.

Atraksi semakin meriah dengan flare berwarna yang terpasang di bagian sepatu para penerjun. Namun, perhatian publik justru tertuju pada salah satu bentangan bergambar Presiden Prabowo.

Kemunculan foto tersebut ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah warganet mempertanyakan alasan foto Presiden ditampilkan dalam atraksi yang menjadi bagian dari peringatan hari kemerdekaan.

Pegiat media sosial Ferry Koto menjadi salah satu pihak yang menyoroti hal tersebut.
"Baru pertama kali terjadi di HUT RI, penerjun membentangkan Foto Presiden," tulis Ferry Koto.

Menurut dia, atraksi penerjun dalam perayaan HUT RI biasanya identik dengan Bendera Merah Putih dan simbol kemerdekaan. "Biasanya Penerjun membawa Bendera Merah Putih, dan Simbol HUT RI," lanjutnya.

Ferry kemudian mengkritik penggunaan foto tersebut. "Memang Presiden kita ini, pak Prabowo, amat suka dgn kemegahan diri," tulisnya.


Topik

Peristiwa, Kejadian viral, gambar Presiden Prabowo, penerjun payung, HUT RI,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette