JATIMTIMES - Distribusi air bersih tanggap darurat bencana kekeringan di wilayah Malang Selatan masih berlanjut. Berdasarkan laporan terbaru, hingga Senin 17 Agustus 2026 tercatat ratusan ribu liter air bersih telah didistribusikan.
Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menuturkan, distribusi air bersih dampak kekeringan tersebut menyasar sejumlah wilayah di Malang Selatan. Yakni meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Baca Juga : Bukan Cuma Dehidrasi, 8 Penyakit Ini Mengintai Saat Musim Kemarau
"Distribusi air bersih dampak kekeringan pada Senin (17 Agustus 2026) telah dilaksanakan sesuai rute pengiriman dengan jumlah total 15 ribu liter," ujar Sadono.
Belasan ribu liter air bersih tersebut di distribusikan kepada sejumlah warga yang terdampak kekeringan di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan. Yakni dengan sasaran sebanyak 1.257 kepala keluarga (KK) dengan total 3.995 jiwa.
"Sedangkan untuk pencapaian sejak tanggal 12 sampai dengan 17 Agustus (2026) mencapai sebanyak 60 ribu liter," imbuhnya.
Sebelumnya, distribusi air bersih tanggap darurat bencana kekeringan juga telah disalurkan ke Kecamatan Sumawe yang menyasar dua titik. Di mana, pada titik pertama pada distribusi air bersih tersebut menyasar sejumlah warga di Desa Sumberagung.
"Pencapaian distribusi air bersih dampak kekeringan di Desa Sumberagung ialah sebanyak 80 ribu liter. Yakni yang menyasar sekitar 967 KK dengan total 3.611 jiwa selama periode 8-16 Agustus (2026)," imbuhnya.
Titik distribusi air bersih selanjutnya di wilayah Kecamatan Sumawe ialah di Puskesmas Sitiarjo. Yakni dengan pencapaian sebanyak 15 ribu liter. "Capaian tersebut berlangsung sejak tanggal sembilan sampai dengan 16 Agustus (2026)," imbuhnya.
Baca Juga : Aksi Demo BEM UI Diduga Dihadang, 24 Kopaja Mendadak Batal Berangkat
Sadono menyebut, pencapaian total distribusi air bersih dampak kekeringan selama 8-17 Agustus tersebut telah mencapai sebanyak 155 ribu liter. "Sedangkan jumlah penerima manfaat distribusi air bersih untuk dua desa di dua kecamatan tersebut kurang lebih mencapai 2.224 KK dan 7.606 jiwa," ujarnya.
Distribusi air bersih dampak kekeringan di wilayah Malang Selatan tersebut juga turut melibatkan sejumlah personel gabungan. Yakni mulai dari unsur BPBD dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Puskesmas Sitiarjo, perangkat desa setempat, hingga sejumlah relawan.
Perlu diketahui, total penerima manfaat hingga distribusi air bersih dampak kekeringan tersebut masih bersifat fluktuatif. Sehingga datanya masih dimungkinkan mengalami perubahan.
"Jika ada perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut pada laporan berikutnya," pungkas Sadono.