Tiga Dalang Cilik Gresik Unjuk Kebolehan, Bukti Wayang Masih Digandrungi Generasi Muda

Reporter

Syaifuddin Anam

Editor

Dede Nana

18 - Aug - 2026, 03:16

Salah satu dalang cilik ketika tampil dalam pagelaran wayang kulit di SOR Tri Dharma Gresik.


JATIMTIMES – Tiga dalang cilik asal Gresik mencuri perhatian saat tampil dalam pagelaran wayang kulit di SOR Tri Dharma. Meski masih duduk di bangku SD hingga SMP, ketiganya tampil percaya diri membawakan seni tradisi di hadapan masyarakat.

Mereka adalah Avito Bintang Pratama, siswa kelas 8 SMPN 1 Gresik; Nicolas Davino, siswa kelas 4 SD Petrokimia Gresik; dan Kyano Renand H., siswa kelas 4 MI Nahdlatul Ulama (NU) Terate Putra.

Baca Juga : Rayakan Kemerdekaan, Siswa SMPN 1 Parang Magetan Gelar Drama Kolosal Abdi Kinasih

Penampilan tiga dalang cilik tersebut menjadi bagian dari pagelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-54 Petrokimia Gresik dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa regenerasi seni wayang masih tumbuh di kalangan generasi muda.

Sebagai bentuk apresiasi, ketiga dalang cilik tersebut menerima uang pembinaan dari perusahaan produsen pupuk di Gresik tersebut. Dukungan ini diharapkan memotivasi mereka untuk terus belajar dan menekuni seni wayang.

Selain tiga dalang cilik, pagelaran juga menghadirkan dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan yang membawakan lakon “Sumantri Ngenger”. Ia merupakan karyawan muda Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Sementara lakon utama “Begawan Ciptaning” dibawakan Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran semakin meriah dengan penampilan pelawak Cak Percil dan sinden Lintang Kairo. Lakon yang ditampilkan tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan kehidupan. 

“Sumantri Ngenger” mengajarkan kesetiaan, dedikasi dan keikhlasan, sedangkan “Begawan Ciptaning” menekankan ketekunan, fokus dan pengendalian diri. Pagelaran yang dimulai pukul 18.30 WIB itu terbuka gratis untuk masyarakat umum.

Salah satu penonton asal Lamongan, Pudji Seti (65), mengapresiasi konsistensi Petrokimia Gresik menggelar wayang setiap tahun. Tidak banyak perusahaan yang peduli dengan budaya wayang.

Baca Juga : Makna Kemerdekaan di Mata Kepala MAN 1 Kota Malang: Bukan Sekadar Upacara, tetapi Perjuangan Melahirkan Generasi Mandiri

"Petrokimia Gresik konsisten tiap tahun, bahkan sekarang memberikan panggung kepada tiga dalang cilik yang masih pelajar,” ujarnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan, tampilnya para dalang muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan seni wayang. "Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang," ujar Daconi.

Menurutnya, pelestarian budaya sejalan dengan tema HUT ke-54 Petrokimia Gresik, “Growing the Future”. Masa depan, tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui generasi yang memiliki karakter dan menghargai akar budayanya.

"Perusahaan yang terus tumbuh tentu harus memiliki masa depan yang kuat. Masa depan itu tidak hanya dibangun melalui teknologi dan bisnis, tetapi juga melalui manusia yang memiliki karakter serta menghargai akar budayanya," pungkasnya.


Topik

Hiburan, Seni dan Budaya, dalang cilik, wayang kulit, dalang cilik gresik,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette