Gempa pada Zaman Nabi, Pernahkah Bumi Berguncang pada Masa Rasulullah SAW?

Editor

A Yahya

16 - Aug - 2026, 09:00

Ilustrasi dimana pada masa nabi pernah terjadi gempa (ist)


JATIMTIMES - Gempa dahsyat yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), kembali membuka pembahasan mengenai gempa dalam sejarah Islam. Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah apakah bumi pernah berguncang pada masa Nabi Muhammad SAW?.

Gempa Nagekeo berkekuatan magnitudo 7,7. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 04.58.24 WIB dengan pusat sekitar 30 kilometer laut Mbay-Nagekeo dan kedalaman 15 kilometer.

Baca Juga : Jumlah Korban Capai 47 Orang, Tagar Pray for NTT Bergema di Media Sosial

Gempa tersebut memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah. BMKG mencatat tsunami tertinggi mencapai 0,94 meter di Maurole, Ende, hingga pemantauan pukul 07.05 WIB. Gelombang juga terdeteksi di Alor, Dompu, Sikka, Flores Timur, Labuan Bajo, Baubau, Bulukumba, dan Kolaka.

Fenomena bumi yang berguncang ternyata bukan sesuatu yang sama sekali asing dalam literatur Islam. Sejumlah riwayat membicarakan terjadinya gempa pada masa Rasulullah SAW, meskipun status riwayat tersebut mendapat penilaian berbeda dari para ulama.

Salah satu riwayat tersebut dicantumkan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Ad-Daa wad Dawaa. Riwayat yang dinisbatkan kepada Ibnu Abid Dun-ya itu disebut melalui jalur Baqiyyah, dari Yazid al-Juhani, dari Anas.

Dalam riwayat tersebut dikisahkan bahwa ketika gempa terjadi, para sahabat merasa takut. Rasulullah SAW kemudian meletakkan tangannya di atas bumi dan bersabda: “Tenanglah, karena waktumu belum tiba.”

Setelah itu, Rasulullah SAW menyampaikan pesan kepada para sahabat: “Sesungguhnya Rabb kalian benar-benar sedang menegur kalian, maka perhatikanlah teguran-Nya.”

Kisah tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana gempa dipandang dalam perspektif spiritual. Fenomena alam yang menimbulkan ketakutan dapat menjadi momentum bagi manusia untuk mengingat kebesaran Allah SWT dan melakukan introspeksi.

Namun, riwayat tersebut tidak dapat begitu saja diposisikan sebagai fakta sejarah yang disepakati seluruh ulama. Imam Ibnu Abdil Barr memberikan penilaian berbeda mengenai keberadaan hadis sahih tentang gempa pada masa Rasulullah SAW.

Dalam At-Tamhid 3/318, Ibnu Abdil Barr mengatakan, “Tidak ada hadits shahih dari Nabi yang menyebutkan bahwa pernah terjadi gempa pada zaman beliau dan tidak ada juga sunnah yang shahih tentangnya.”

Karena itu, pembahasan mengenai gempa pada zaman Nabi perlu disampaikan secara proporsional. Ada riwayat yang menyebutkannya, tetapi terdapat pula ulama yang menilai tidak ada hadis sahih yang memastikan peristiwa tersebut.

Baca Juga : Muktamar NU di Ambang Pintu: Benarkah Prof Nasaruddin Umar Terganjal AD/ART?

Di luar perdebatan mengenai riwayat itu, Rasulullah SAW memang telah menyampaikan kabar tentang semakin banyaknya gempa menjelang Hari Kiamat.

Abu Hurairah RA meriwayatkan sabda Rasulullah SAW: “Tidak akan tiba hari Kiamat hingga banyak terjadi gempa bumi.”

Hadis tersebut menunjukkan bahwa gempa memiliki tempat dalam pembahasan tanda-tanda akhir zaman. Karena itu, fenomena gempa dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk menyadari keterbatasannya.

Dalam konteks kehidupan modern, pemaknaan tersebut tidak berarti mengabaikan penjelasan ilmiah. Gempa merupakan fenomena geologi yang harus dipahami melalui ilmu pengetahuan, termasuk aktivitas tektonik dan potensi tsunami.

Kesiapsiagaan, mitigasi, mengikuti informasi BMKG, menjauhi wilayah berbahaya, serta melakukan evakuasi ketika diperlukan merupakan bentuk ikhtiar yang tidak bertentangan dengan sikap tawakal.

Gempa NTT yang disusul terdeteksinya tsunami menunjukkan pentingnya kedua pendekatan tersebut. Ilmu pengetahuan membantu manusia memahami ancaman dan mengurangi risiko, sedangkan nilai spiritual mengingatkan manusia agar tidak merasa memiliki kendali mutlak atas alam.


Topik

Agama, gempa, gempa nakekeo, ntt, bmkg, gempa flores,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette