Makam Bung Karno Resmi Buka 24 Jam, Wali Kota Blitar: Dekatkan Masyarakat dengan Sang Proklamator

Reporter

Aunur Rofiq

Editor

A Yahya

16 - Aug - 2026, 07:38

Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin (Mas Ibin) bersama Ketua DPRD Kota Blitar dr. Syahrul Alim melakukan tabur bunga di pusara Bung Karno, Sabtu (15/8/2026) malam. Prosesi tersebut menandai pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam, bertepatan dengan rangkaian Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(Foto: Bagian Umum Setda Kota Blitar)


JATIMTIMES – Pemerintah Kota Blitar resmi membuka layanan ziarah Makam Bung Karno selama 24 jam. Kebijakan baru itu diluncurkan Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin dalam Tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kompleks Makam Bung Karno, Sabtu (15/8/2026) malam.

Pembukaan selama 24 jam menandai babak baru pengelolaan salah satu kawasan sejarah terpenting di Kota Blitar. Momentum pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam itu ditandai dengan tabur bunga di pusara Bung Karno oleh Wali Kota Blitar bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Peziarah kini dapat mendatangi makam Presiden pertama RI itu tanpa terikat jam operasional. Pemkot juga menyiapkan pengelolaan kawasan agar akses yang semakin luas tetap berjalan tertib, aman, dan menjaga kekhusyukan ziarah.

Baca Juga : Bukan Sekadar Tanda Belum Dibuka, Segel Botol Bantu Kurangi Kontaminasi di Area Tutup

Mas Ibin mengatakan kebijakan tersebut lahir dari aspirasi masyarakat dan peziarah. Selama ini, menurut dia, tidak sedikit rombongan tiba di Blitar pada malam hari ketika kawasan makam telah tutup. Mereka akhirnya hanya singgah atau meneruskan perjalanan menuju destinasi ziarah lain.

“Dibuka 24 jam ini juga untuk mendekatkan masyarakat dengan Bung Karno. Semoga semakin banyak orang datang ke Kota Blitar karena cinta kepada bangsa ini, cinta kepada beliau, dan ingin selalu mengenang serta mengikuti ajaran beliau,” kata Mas Ibin.

Pemilihan momentum peluncuran juga memiliki makna tersendiri. Selain berdekatan dengan peringatan 81 tahun kemerdekaan RI, Sabtu malam tersebut telah memasuki Minggu Kliwon dalam penanggalan Jawa. Mas Ibin menyebut Bung Karno wafat dan dimakamkan di Blitar pada 21 Juni 1970 yang juga bertepatan dengan Minggu Kliwon.

Ke depan, Pemkot Blitar juga akan menggelar rutin pengajian Minggu Kliwon di kawasan makam. Kegiatan itu diproyeksikan menjadi ruang doa sekaligus sarana merawat ingatan terhadap perjuangan dan pemikiran Bung Karno.

Ibin

Restu Keluarga, Ziarah Tak Lagi Terhalang Waktu

Mas Ibin mengungkapkan rencana pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam telah dikomunikasikan dengan keluarga Bung Karno sekitar satu setengah bulan sebelumnya. Salah satunya dengan Presiden kelima RI sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri.

Menurut dia, keluarga memberikan respons positif, dengan catatan pengelolaan peziarah harus dilakukan secara baik. Ketertiban dan kekhusyukan kawasan makam tetap menjadi prioritas meskipun akses dibuka sepanjang hari.

“Beliau memperbolehkan Makam Bung Karno dibuka 24 jam. Tentunya dengan berbagai syarat supaya yang berziarah tertib, bisa bertahap, dan menjaga kekhusyukan ketika berdoa di makam ini,” ujarnya.

Semula, Pemkot mempertimbangkan kebijakan tersebut diterapkan pada akhir tahun atau awal 2027. Namun respons keluarga mempercepat realisasi. Mas Ibin mengatakan Megawati bahkan sempat menanyakan apakah layanan 24 jam telah dimulai.

Pemkot kemudian memilih momentum menjelang peringatan 17 Agustus untuk meresmikannya.

Bagi Mas Ibin, pembukaan akses tersebut bukan semata memperpanjang jam layanan wisata religi. Makam Bung Karno harus menjadi ruang yang membuat masyarakat terus bersentuhan dengan sejarah dan gagasan kebangsaan.

“Beliau melahirkan Pancasila dan banyak gagasan besar tentang kenegaraan, kemasyarakatan, tata pemerintahan, serta konsep berbangsa dan bernegara. Ini warisan yang luar biasa,” kata dia.

Pesan serupa disampaikan perwakilan keluarga Bung Karno, Romy Soekarno, putra Rachmawati Soekarnoputri. Anggota Komisi II DPR RI itu menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Menurut Romy, Makam Bung Karno tidak semestinya hanya dimaknai sebagai tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator, tetapi juga sebagai ruang untuk menghidupkan kembali gagasan dan cita-cita Bung Karno tentang Indonesia.

“Jangan hanya mengenang Bung Karno sebagai sejarah. Jadikanlah Bung Karno sebagai inspirasi untuk masa depan Indonesia,” kata Romy.

Ia menilai pembukaan makam selama 24 jam memiliki makna lebih luas daripada sekadar membuka akses. Kebijakan tersebut menjadi simbol bahwa ruang untuk menggali pemikiran dan menghidupkan ruh perjuangan Bung Karno tidak boleh tertutup.

“Pemikiran tentang kemerdekaan harus terus hidup, pemikiran tentang persatuan harus terus hidup, pemikiran tentang keadilan sosial harus terus hidup,” ujarnya.

Romy S

Spirit Kebangsaan Sekaligus Menggerakkan Ekonomi

Baca Juga : Bidik 7 Kursi pada Pemilu 2029, PKB Kota Blitar Perkuat Kader Muda dan Dukung Pemerintahan Mas Ibin

Pembukaan Makam Bung Karno selama 24 jam juga membawa dimensi pembangunan ekonomi. Pemkot Blitar memperkirakan perluasan jam kunjungan akan membuka peluang bagi semakin banyak peziarah untuk singgah dan tinggal lebih lama di Kota Blitar.

Efeknya diharapkan menjalar ke pelaku UMKM, pedagang kaki lima, usaha kuliner dan oleh-oleh, penginapan hingga transportasi lokal.

Mas Ibin meminta pelaku usaha tidak khawatir terhadap perubahan pola kunjungan setelah makam beroperasi tanpa jeda. Menurut dia, semakin luas akses justru berpotensi memperbesar perputaran ekonomi di kawasan wisata Bung Karno.

“Semakin banyak orang berkunjung, insyaallah semuanya akan semakin lancar. Rezeki juga tidak akan ke mana,” ujarnya.

Selama ini, Mas Ibin menyebut tidak sedikit rombongan peziarah tiba di Kota Blitar pada malam hari ketika Makam Bung Karno sudah tutup. Akibatnya, niat berziarah ke pusara Sang Proklamator urung dilakukan. Sebagian rombongan hanya singgah di sekitar kawasan sebelum melanjutkan perjalanan menuju destinasi ziarah lainnya.

“Banyak orang yang berziarah ke Kota Blitar terpaksa tidak jadi ziarah karena kalau malam makam tidak buka. Banyak yang sampai sini malam hanya sampai Masjid Ar-Rahman, kemudian putar balik lalu meneruskan ziarah ke wali-wali yang lain,” kata Mas Ibin.

Kondisi itulah yang menjadi salah satu pertimbangan Pemkot Blitar membuka Makam Bung Karno sepanjang hari. Menurut Mas Ibin, pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan akses bagi masyarakat yang datang untuk berziarah dan mendoakan Bung Karno.

“Jadi dibuka 24 jam ini juga untuk mendekatkan masyarakat dengan Bung Karno. Maka dari itu saya memantapkan untuk membuka makam ini 24 jam,” ujarnya.

Meski demikian, pembukaan selama 24 jam diikuti tuntutan peningkatan kualitas pelayanan. Mas Ibin meminta pengelola kawasan, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan masyarakat sekitar bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, serta kesakralan Makam Bung Karno.

Ibin forkopimda

Operasional sepanjang hari, menurut dia, harus tetap menjamin peziarah merasa aman, tenang, dan nyaman tanpa menghilangkan kekhusyukan di pusara Sang Proklamator.

 “Operasional 24 jam harus tetap diiringi dengan pelayanan yang baik agar para peziarah merasa aman, tenang, dan nyaman,” kata Mas Ibin.

Momentum HUT ke-81 RI itu pun menjadi titik temu antara pelayanan publik, penghormatan sejarah, penguatan nilai kebangsaan, dan penggerak ekonomi lokal. Kota Blitar membuka pintu lebih lebar bagi siapa pun yang ingin datang untuk berdoa sekaligus mengenal kembali gagasan besar Bung Karno.

“Sudah seharusnya kita mendoakan beliau, mengikuti dan meneladani ajaran beliau. Dengan mengingat, mendoakan, dan menziarahi Bung Karno, niscaya kita juga semakin mencintai bangsa ini,” pungkas Mas Ibin.


Topik

Wisata, Kota Blitar, makam bung Karno, syauqul Muhibbin, mas ibin,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette