Jessica Mila Dihujat Gegara Liburan ke Labuan Bajo, Ini Kronologi dan Klarifikasinya

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

11 - Aug - 2026, 09:56

Jessica Mila. (Foto Instagram)


JATIMTIMES - Jessica Mila tengah menjadi perhatian publik setelah momen liburannya bersama sang suami, Yakup Hasibuan, di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ramai dibicarakan di media sosial.

Sorotan muncul setelah foto Jessica Mila dan rombongannya saat berada di Pulau Padar beredar. Momen tersebut kemudian dikaitkan dengan informasi mengenai larangan pelayaran di kawasan Labuan Bajo akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Baca Juga : Empat Jabatan Strategis di Polresta Malang Kota Bergeser, Kapolresta Tekankan Kesiapan Hadapi HUT Arema

Situasi itu membuat sejumlah netizen mempertanyakan waktu perjalanan Jessica Mila. Apakah benar Jessica dan rombongannya tetap menuju Pulau Padar ketika pelayaran sedang dilarang?

Jessica Mila akhirnya buka suara dan memberikan penjelasan mengenai polemik tersebut. Polemik bermula dari beredarnya sejumlah foto liburan Jessica Mila bersama Yakup Hasibuan dan keluarga di kawasan Labuan Bajo.

Dalam foto yang beredar, Jessica terlihat menikmati suasana liburan bersama keluarga dan rombongan. Mereka tampak berada di kawasan pantai serta menikmati pemandangan alam Labuan Bajo.

Rombongan tersebut juga diketahui diikuti selebgram MerdiOctav Sahetapy bersama suaminya, Rama Sahetapy.

Foto-foto itu kemudian menjadi perbincangan karena beredar bersamaan dengan informasi mengenai pembatasan atau larangan pelayaran di kawasan Labuan Bajo akibat kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Berdasarkan informasi yang beredar, larangan pelayaran tersebut dikeluarkan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo pada 7 Agustus 2026.

Sementara itu, kawasan tersebut kembali dibuka untuk pelayaran pada 10 Agustus 2026.

Kemunculan foto Jessica Mila di Pulau Padar membuat publik bertanya-tanya kapan perjalanan tersebut sebenarnya dilakukan. Netizen juga mempertanyakan apakah Jessica dan rombongannya mengetahui adanya larangan pelayaran ketika perjalanan berlangsung.

Tak sedikit komentar yang kemudian mengkritik keputusan rombongan tersebut. Bahkan, muncul anggapan bahwa Jessica Mila tetap berlibur ke Pulau Padar meski mengetahui adanya larangan akibat cuaca buruk.

Namun, waktu pengambilan foto dan perjalanan Jessica Mila ke Pulau Padar tidak diketahui secara pasti hanya dari unggahan yang beredar di media sosial.

Di tengah ramainya polemik, Jessica Mila akhirnya memberikan klarifikasi melalui pernyataannya di media sosial.

Jessica menegaskan bahwa keselamatan keluarga selalu menjadi pertimbangan utama dalam setiap perjalanan. Terlebih, dalam rombongannya terdapat putrinya, Kyarra, serta anak-anak lainnya.

“Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami,” tulis Jessica Mila dalam pernyataannya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Menurut Jessica, keputusan mengenai rute perjalanan diserahkan sepenuhnya kepada kapten kapal. Ia menyebut kapten memiliki tanggung jawab terhadap keamanan dan keselamatan penumpang selama perjalanan.

“Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal,” jelasnya.

Jessica Mila juga membantah anggapan bahwa dirinya sudah mengetahui adanya larangan berlayar tetapi tetap memaksakan perjalanan menuju Pulau Padar.

Ia mengatakan tidak mendapatkan pemberitahuan dari kapten kapal mengenai adanya larangan tersebut sejak awal perjalanan.

“Perlu aku luruskan bahwa sejak awal TIDAK ada pemberitahuan dari Captain bahwa ada larangan untuk berlayar ke Pulau Padar, dan kami pun tidak ada kecurigaan sama sekali sepanjang perjalanan,” kata Jessica.

Baca Juga : 1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi HUT RI, 27 Orang Berpotensi Langsung Bebas

Jessica menyebut kondisi di lapangan juga terlihat normal. Ia melihat sejumlah kapal lain dan wisatawan masih melakukan aktivitas di kawasan Pulau Padar.

“Karena ada banyak kapal-kapal lain dan turis-turis lain yang bersandar dan naik ke Pulau Padar pada hari itu dan cuaca relatif baik,” lanjutnya.

Menurut Jessica, apabila sejak awal mengetahui adanya larangan pelayaran akibat kondisi cuaca, ia dan keluarga tidak akan mengambil risiko.

“Seandainya kami tahu bahwa ada larangan berlayar karena cuaca buruk sebelumnya, tentu aku dan keluarga tidak akan mengambil risiko yang bisa membahayakan keamanan dan keselamatan keluarga kami dengan tetap berangkat, dan pasti kami akan menunda keberangkatan kami,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jessica mengaku memahami keresahan wisatawan maupun agen perjalanan yang terdampak adanya surat edaran mengenai kondisi cuaca buruk dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL).

Ia mengatakan dapat memahami apabila wisatawan harus menunda perjalanan karena adanya pembatasan pelayaran.

“Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut,” ungkap Jessica.

Meski demikian, ia dengan tegas membantah tudingan bahwa dirinya telah mengetahui surat edaran tersebut sebelum perjalanan dilakukan.

“Namun adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksakan kehendak untuk tetap berangkat,” tegasnya.

Jessica Mila berharap kejadian tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas wisata bahari.

Menurutnya, informasi mengenai kondisi cuaca maupun aturan pelayaran perlu disampaikan secara terbuka kepada penumpang. Hal tersebut penting untuk memastikan keselamatan sekaligus mencegah munculnya kesalahpahaman.

“Jadi, mudah-mudahan pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi seluruh stakeholders khususnya para Captain kapal untuk memberikan informasi yang lebih terbuka kepada penumpangnya untuk menjaga keselamatan dan menghindari kesalahpahaman dan kerugian bagi berbagai pihak,” ujar Jessica.

Melalui klarifikasi tersebut, Jessica Mila menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui adanya larangan pelayaran ketika perjalanan menuju Pulau Padar dilakukan.

Ia juga membantah telah sengaja mengabaikan aturan maupun memaksakan kehendak untuk tetap berlibur di tengah kondisi cuaca yang disebut kurang bersahabat.

Jessica kemudian menutup pernyataannya dengan mendoakan agar seluruh wisatawan tetap aman selama melakukan perjalanan.

“Aku mendoakan semua untuk tetap aman dan dalam penyertaan Tuhan dimanapun kalian berada,” tutupnya.


Topik

Peristiwa, jessica mila, labuan bajo, yakup hasibuan, ntt,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette