Laut Merah Memanas, Indonesia Kecam Serangan Houthi ke Dua Kapal Saudi
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Dede Nana
24 - Jul - 2026, 05:08
JATIMTIMES - Situasi di Laut Merah kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker milik Arab Saudi. Insiden yang terjadi pada Kamis (23/7/2026) itu memicu perhatian dunia, termasuk dari pemerintah Indonesia yang mengecam aksi tersebut karena dinilai mengancam keselamatan pelayaran internasional.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Jumat (24/7/2026), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengungkapkan bahwa serangan terhadap kapal komersial bertentangan dengan hukum internasional dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan maupun perdagangan global.
Baca Juga : Cuti Bersama Agustus 2026 Ada Berapa Hari? Simak Daftar Libur Nasional dan Peluang Long Weekend
"Tindakan penyerangan tersebut melanggar hukum internasional, termasuk prinsip kebebasan bernavigasi, serta membahayakan keselamatan pelayaran, perdagangan internasional, dan stabilitas kawasan," demikian pernyataan Kemlu RI melalui akun resminya di X.
Indonesia juga meminta seluruh pihak yang terlibat menahan diri agar ketegangan tidak semakin meluas. Pemerintah menjelaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur damai serta penghormatan terhadap Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 sebagai landasan kebebasan bernavigasi di perairan internasional.
Sebelumnya, kelompok Houthi mengaku melancarkan serangan terhadap dua kapal tanker Saudi, yakni Encelia dan Layla, yang berlayar di Laut Merah. Mereka menyebut kedua kapal tersebut melanggar blokade maritim yang diberlakukan kelompok itu.
Dalam pernyataannya, Houthi mengklaim menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, serta pesawat nirawak atau drone untuk melancarkan serangan. Kelompok tersebut juga mengaku memaksa sedikitnya 10 kapal berbalik arah sehingga tidak melintasi Selat Bab al-Mandeb.
Sementara itu, kantor berita Arab Saudi, SPA, mengonfirmasi salah satu kapal, Encelia, mengalami kebakaran di bagian lambung setelah dihantam proyektil. Meski demikian, seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat ke lokasi yang aman.
Laporan serupa juga disampaikan Badan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). Kapten kapal melaporkan adanya proyektil asing yang memicu kebakaran saat kapal berlayar di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi.
Baca Juga : Jalan Umum Ditutup Portal, Pemkot Malang Diminta Lebih Tegas
Perusahaan keamanan maritim Vanguard turut mengungkapkan bahwa Encelia terkena proyektil saat berada sekitar 135 kilometer di barat daya Al Shuqaiq, Arab Saudi. Hingga kini tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.
Diketahui, Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Eropa, Asia, dan Timur Tengah melalui Terusan Suez. Gangguan keamanan di kawasan ini dinilai dapat berdampak pada distribusi barang internasional, biaya logistik, hingga rantai pasok global.
Karena itu, Indonesia menilai stabilitas di kawasan tersebut harus dijaga melalui penghormatan terhadap hukum internasional dan penyelesaian konflik secara damai. Pemerintah Indonesia juga menegaskan dukungannya terhadap upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam mencari solusi politik yang inklusif untuk mengakhiri konflik di Yaman.
