Wamenko Pangan Tinjau PG Krebet Baru hingga Panen Tebu di Malang, Upaya Percepatan Swasembada Gula

16 - Jul - 2026, 07:14

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dengan didampingi Bupati Malang HM Sanusi saat serangkaian agenda kunjungan kerja ke Rajawali I Unit PG Krebet Baru pada Kamis, 16 Juli 2026.


JATIMTIMES - Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis, 16 Juli 2026. Dalam serangkaian agenda kunjungannya yang juga turut didampingi oleh Bupati Malang HM. Sanusi tersebut, Wamenko Bidang Pangan juga turut mengunjungi Rajawali I Unit Pabrik Gula (PG) Krebet Baru.

Usai diagendakan melangsungkan diskusi di PG Krebet Baru, Wamenko Bidang Pangan bersama Bupati Malang dan sejumlah pihak terkait juga terpantau melaksanakan kunjungan lapangan. Yakni peninjauan ke kebun tebu yang berlokasi di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Baca Juga : Rumah Sedekah NU Gerakkan Donasi Barang Bekas, Ubah yang Tak Terpakai Jadi Berkah

Pada pernyataannya, Wamenko Bidang Pangan menyebut serangkaian kunjungan kerja ke Kabupaten Malang tersebut ditujukan guna berdiskusi sekaligus meninjau secara langsung produsen gula. Yakni demi mewujudkan Indonesia swasembada gula.

"Pada tahun 2026 ini sebenarnya sudah dicanangkan untuk swasembada gula, namun di lapangan memang masih banyak problematika yang harus dihadapi,” ucap Hanif.

Ia menyampaikan, upaya mewujudkan swasembada pangan yang di antarannya juga meliputi padi, jagung hingga gula tersebut merupakan harapan yang dicanangkan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

"Swasembada gula memang tidak mudah, setelah dikalkulasi dari Bidang Pangan itu masih membutuhkan sekitar 700 ribu hektare," imbuhnya.

Atas pertimbangan itulah, diutarakan Hanif, upaya membangun swasembada pangan termasuk komoditas gula tidak bisa langsung terwujud secara instan. Sebaliknya, untuk mewujudkannya harus dilakukan secara step by step.

Baca Juga : Wali Kota Eri Tegaskan Aduan Warga Harus Segera Dituntaskan

"Perlu kami ingatkan bahwa setiap 3,5 ton gula impor gula rafinasi saat dikonversi menjadi gula tebu juga diperlukan tenaga kerja. Saat mengimpor hampir lima juta ton, maka akan ada hampir satu juta tenaga kerja yang dibutuhkan, ini yang juga menjadi tujuan Pemerintah,” bebernya.

Hanif menyebut, guna mewujudkan swasembada gula juga harus dibangun mulai dari hulu sampai dengan ke hilirnya. Sedangkan saat ini beberapa rangkaian untuk mewujudkan swasembada pangan juga telah disusun pada Kementerian Bidang Pangan. Sehingga hanya tinggal menunggu percepatan pengawalannya.

"Demikian pula mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat, nantinya juga tidak akan jatuh ke luar tetapi akan tetap kembali kepada masyarakat Indonesia,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan, Wamenko Pangan, PG Krebet Baru, Panen Tebu, Tebu, Gula, Kabupaten Malang, Swasembada Gula,



Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat di Indonesia. Sektor industri, perdagangan, dan pariwisata menjadi pilar utama perekonomian Jatim. Pembangunan infrastruktur juga terus dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



cara simpan tomat
Tips Memilih Bralette